Breaking News:

Terkini Nasional

Cerita di Balik Momen Paus Fransiskus Berdoa kepada Patung Maria Bunda Segala Suku

Saat Misa Suci Agung bersama Paus Fransiskus, terdapat sebuah momen khusus yang mungkin lepas dari perhatian ribuan umat yang hadir di GBK.

Editor: Lailatun Niqmah
Istimea/Media resmi Vatikan
Foto Patung Maria Bunda Segala Suku (kiri) dan momen kala Paus Fransiskus memberkati lukisan Maria Bunda Segala Suku Di Basilica St. Petrus, Rabu (16/11/2022), yang nantinya akan dibawa pulang ke Indonesia oleh delegasi PWKI. Saat Misa Suci Agung bersama Paus Fransiskus, terdapat sebuah momen khusus yang mungkin lepas dari perhatian ribuan umat yang hadir di GBK, yakni momen ketika Paus Fransiskus berdoa kepada patung Maria Bunda Segala Suku. 

Salah satu alasan adalah adalah beberapa Uskup yang dihubungi menyatakan tidak dapat hadir mengingat sudah ada jadwal pertemuan para Uskup di Jakarta. 

Oleh karena itu, acara peringatan hari Sumpah Pemuda itu dibatalkan oleh Putut Prabantoro.  Tetapi pada kenyataannya, pada 26 Oktober 2010, Gunung Merapi, Jawa Tengah meletus hebat. 

Kebetulankah?

Pengumuman pemenang sayembara lomba lukis, patung dan fotografi seharusnya dilakukan pada 30 Mei 2016 atau setahun setelah pembukaan resminya pada 30 Mei 2015. 

Namun, dengan berbagai alasannya,  pengumuman baru terjadi pada 22 Mei 2017, ketika Indonesia terpolarisasi berlatarbelakang agama ketika Pilkada DKI Jakarta berlangsung.

"Tidak ada suatu yang kebetulan. Mengapa lomba ini harus terundur dua tahun baru kita ketahui setelah kita memasuki masa sulit dalam membangun kerukunan karena toleransi menjadi masalah kehidupan berbangsa. Dan Maria Bunda Segala Suku adalah jawaban dan hadir ketika Indonesia berada pada masa suli seperti sekarang ini" ujar Mgr Suharyo, seperti yang ditirukan Gomas Harun, pencetus ide Lomba Seni Rupa, Patung dan Fotografi bertajuk "Maria – Bunda Segala Suku".

Ucapkan Terima Kasih

Kembali ke Misa Suci Agung di GBK, di akhir misa Paus Fransiskus menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak. 

Pertama-tama kepada Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, dan Ketua KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin.

“Terima kasih untuk semua yang melayani di negeri yang besar ini. Terima kasih kepada para biarawati. Brave donne. Perempuan-perempuan  hebat,” tutur Paus Fransiskus yang disambut tepuk tangan gegap gempita ribuan umat.  

Paus Fransiskus juga mengucapkan terima kasih kepada para religius dan relawan yangg mengungkapkan cinta istimewa kepada para lansia, kepada mereka yang sakit, dan semua yang mempersembahkan doa-doa mereka.

“Kunjungan saya hampir usai. Saya ingin mengungkapkan rasa sukacita yang besar dan terimakasih untuk keramahan yang luar biasa. Terimakasih bapak Presiden dan seluruh bangsa Indonesia,” kata Paus.

"Saudara-saudara dan saudari-saudariku, semoga Tuhan memberkati kalian dan membuat kalian tumbuh serta bertahan dalam kedamaian dan kasih persaudaraan!", imbuh Paus. 

“Saya minta kepada saudara-saudara dan saudari-saudariku, ‘Fate chiasso, fate chiasso! Fate chiasso’!”, ujar Paus Fransiskus yang kembali disambut dengan tempik sorak  membahana di GBK.

Lewat ungkapan ‘Fate chiasso, fate chiasso! Fate chiasso’! Paus Fransiskus mengajak dan mendorong umat untuk berani dan penuh gairah memberitakan pesan Injil seperti halnya para rasul memberitakan Injil pada hari Pentakosta dengan penuh semangat. (*)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Paus FransiskusMisaBunda MariaKatolikPaguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI)Gelora Bung Karno (GBK)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved