Breaking News:

Berita Viral

Viral Sosok Petani Jagung Menangis Histeris di Atas Hasil Panen karena Harga Anjlok, Ini Kata Bulog

Inilah sosok petani asal Sulawesi Barat yang viral menangis di atas hamparan jagungnya karena harga anjlok.

tangkapan layar via Tribunsulbar.com
Ibu-ibu menangis histeris di atas hasil panen jagung akibat harga anjlok. Kejadian ini di Dusun Salukebatu,Desa Sondoang,Kecamatan Kalukku,Kabupaten Mamuju,Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUNWOW.COM - Viral sosok petani menangis di atas hamparan jagungnya karena harga anjlok, ini kata Perum Bulog hingga Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Dikutip dari Tribun Jabar, video itu viral seusai diunggah oleh sejumlah akun media sosial, satu di antaranya akun X (dulu Twitter) @daeng_info pada Selasa (14/5/2024).

"Petani jagung di Kalukku, Mamuju ini menangis histeris gara2 harga jagung anjlok dalam beberapa hari terakhir," tulis akun tersebut.

Baca juga: Kasus Vina Cirebon Viral setelah 8 Tahun Berlalu, Polisi Kini Dalami Identitas 3 Pelaku yang Buron

Dalam videonya, petani tersebut menangis histeris di atas hamparan biji jagung.

Ia pun mengacak-ngacak hamparan biji jagung tersebut.

"Murah sekali harganya jagung, kenapa murah sekali harganya, tolong," ujar ibu itu histeris.

"Di mana aku mengadu ini?" katanya lagi.

Hingga artikel ini ditulis, Jumat (17/5/2024), video tersebut telah dilihat sebanyak 1,6 juta kali.

Bahkan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut merespon unggahan tersebut dengan memberikan emoji bersedih.

Lantas, siapakah sosok petani tersebut dan mengapa dirinya bisa sampai begitu histeris?

Baca juga: Viral Wanita Tertawai Ibu-ibu yang Lihat Poster di Bioskop, Minta Maaf dan Dipecat dari Pekerjaan

Sosok Petani

Dilansir dari Tribun-Sulbar, petani jagung dalam video viral tersebut bernama Mariwah (50) atau akrap disapa Sando Cinta.

Mariwah adalah warga Dusun Salukebatu, Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Mariwah menjelaskan, ia begitu sedih karena modal tanam jagung dan hasil harga panen perbandingannya sangat jauh dari keuntungan yang ia dapatkan.

"Tidak kembali modal ka kasian, modal tanam ini sangat besar biayanya. Sementara harga jagung murah membuat kami ini sengsara," ujar Mariwah, Kamis (16/5/2024).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Tags:
MamujuSulawesi BaratViralPetaniBulogJagung
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved