Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya
Panji Gumilang Berkilah, Andy F Noya Sentil Demo di Al Zaytun: Anda Main Kata-kata, Anda Mengancam
Panji Gumilang berkilah soal massa tandingan yang disiapkannya saat Ponpes Al Zaytun didemo ribuan warga.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Padahal dalam ajaran Islam, pria salat di saf depan, sedangkan wanita berada di saf belakang.
Pria 76 tahun itu sesumbar ingin menyamakan kedudukan pria dan wanita dalam salat.
"Kemudian kalau hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan salat kemudian ada wanita, saya mengedepankan fikih sosial," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Rabu (28/6/2023).
"Mengangkat harkat martabat wanita yang selama ini terpinggirkan."
"Baru dimulai dalam politik, itu pun baru 30 persen."
"Sedangkan dalam pemahaman saya berdasarkan Al-Quran, sama, tidak pernah dikesampingkan, sejajar," sambungnya.

Baca juga: Pernah Diundang Panji Gumilang, Amien Rais Bongkar Al Zaytun Produk Orde Baru: Sponsornya Sama
Baca juga: Status Tanah Jadi Polemik, MUI Ungkap Temuan Baru soal Dugaan Pidana Ponpes Al Zaytun: Ada Sesuatu
Panji Gumilang pun tak terima ketika dicap sesat oleh banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia menyebut perbedaan dalam cara beribadah bukanlah suatu masalah.
"Kalau soal itu saja lantas sesat, menyesatkan, bagaimana dunia?
"Itu hak asasi manusia untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya, dasar kami Al-Quran." katanya.
"Jangan cari persamaan, kalau persamaan semua selesai dunia ini."
Panji Gumilang turut menyinggung soal kebebasan beragama.
Ia berdalih, setiap orang memiliki hak untuk beribadah dengan caranya sendiri.
"Itu anggapan yang tidak sama dengan anggapan kita oke-oke saja, saya juga tidak menyalahkan orang itu."
"Inilah kebebasan beragama, siapa pun tidak boleh memberikan stigma," tandasnya. (TribunWow.com)
Baca artikel lain terkait Ponpes Al Zaytun