Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya
Panji Gumilang Berkilah, Andy F Noya Sentil Demo di Al Zaytun: Anda Main Kata-kata, Anda Mengancam
Panji Gumilang berkilah soal massa tandingan yang disiapkannya saat Ponpes Al Zaytun didemo ribuan warga.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Belum lama ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu digeruduk ribuan orang buntut dugaan penistaan agama.
Dilansir TribunWow.com, pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang pun langsung menyiapkan massa tandingan.
Tak tanggung-tanggung, Panji Gumilang menerjunkan massa yang jauh lebih banyak ketimbang pendemo.
Namun rupanya, ada hal yang menjadi sorotan seusai demo berlangsung di Al Zaytun.
Baca juga: Terkuak, Ini Alasan Pria dan Wanita Salat 1 Saf di Al Zaytun, Panji Gumilang: Itu Hak Asasi
Baca juga: Pesawat C-130 J Super Hercules Kedua Pesanan Prabowo Akhirnya Tiba di Jakarta, Ini Kelebihannya
Satu di antaranya adanya tulisan bernada ancaman kepada massa pendemo.
Dalam acara Kick Andy, Rabu (28/6/2023), Panji Gumilang pun mengakui adanya tulisan tersebut.
Namun, ia membantah jika Al Zaytun mengancam massa pendemo.
"Kalau Anda datang dengan baik-baik kami kasih tepuk tangan untuk Anda, tapi kalau Anda sebaliknya kami tidak tahu akibatnya," kata Panji Gumilang menirukan isi tulisan massa Al Zaytun, dikutip dari kanal YouTube METRO TV.
Presenter Andy F. Noya pun langsung menyanggah uca
pan Panji Gumilang.
"Itu bernada ancaman," sahut Andy.

Baca juga: Panji Gumilang Tak Permasalahkan Ada Non Muslim di Barisan Salat: Yang Enggak Boleh Setan dan Iblis
Namun, Panji Gumilang tampaknya tak terima dengan penilaian tersebut.
Pria 76 tahun itu pun berkilah.
"Siapa yang ngancam, enggak tahu akibatnya kok mengancam," bantah Panji Gumilang.
"Wong kami di dalam (Ponpes) enggak boleh keluar oleh polisi."
"Kecuali kami baris bersama mereka itu baru boleh diterjemahkan lain-lain."
Sahut menyahut pun terjadi di antara keduanya.
"Kami di dalam, dikurung oleh polisi supaya enggak keluar, nantang apanya yang nantang?," ujar Panji Gumilang.
"Akibatnya," balas Andy F. Noya.
Lagi-lagi, Panji Gumilang berkilah dan membantah mengancam massa pendemo di Ponpes Al Zaytun.
"Semua orang kalau menantang atau mengancam selalu bilang 'Awas ya kamu tanggung akibatnya'," ungkap Andy F. Noya.
"Itu kan pakai awas," sanggah Panji Gumilang.
"Anda sedang bermain kata-kata, intinya mengancam itu," tutur Andy F. Noya.
"Tidak ada ancaman, kalau kami mengancam kami tidak ada di dalam sini, kami di luar," tutup Panji Gumilang.
Baca juga: Salat Idul Adha Ponpes Al Zaytun, Saf Tetap Berjarak, Panji Gumilang Kutbah soal Tuduhan dan Cacian
Alasan Pria dan Wanita Salat 1 Saf
Panji Gumilang, sesumbar ingin mengangkat harkat dan martabat wanita.
Hal itu diungkapkannya ketika membahas alasan jemaah pria dan wanita salat dalam saf yang sama.
Dilansir TribunWow.com, Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun kini tengah menuai kontroversi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
Baru-baru ini, beredar video mengenai cara beribadah Panji Gumilang dan pengikutnya yang dianggap nyeleneh.
Dalam acara Kick Andy Metro TV, Rabu (28/6/2023), Panji Gumilang pun membeberkan sederet alasan mengajarkan pria dan wanita salat dalam satu saf.
Padahal dalam ajaran Islam, pria salat di saf depan, sedangkan wanita berada di saf belakang.
Pria 76 tahun itu sesumbar ingin menyamakan kedudukan pria dan wanita dalam salat.
"Kemudian kalau hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan salat kemudian ada wanita, saya mengedepankan fikih sosial," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Rabu (28/6/2023).
"Mengangkat harkat martabat wanita yang selama ini terpinggirkan."
"Baru dimulai dalam politik, itu pun baru 30 persen."
"Sedangkan dalam pemahaman saya berdasarkan Al-Quran, sama, tidak pernah dikesampingkan, sejajar," sambungnya.

Baca juga: Pernah Diundang Panji Gumilang, Amien Rais Bongkar Al Zaytun Produk Orde Baru: Sponsornya Sama
Baca juga: Status Tanah Jadi Polemik, MUI Ungkap Temuan Baru soal Dugaan Pidana Ponpes Al Zaytun: Ada Sesuatu
Panji Gumilang pun tak terima ketika dicap sesat oleh banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia menyebut perbedaan dalam cara beribadah bukanlah suatu masalah.
"Kalau soal itu saja lantas sesat, menyesatkan, bagaimana dunia?
"Itu hak asasi manusia untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya, dasar kami Al-Quran." katanya.
"Jangan cari persamaan, kalau persamaan semua selesai dunia ini."
Panji Gumilang turut menyinggung soal kebebasan beragama.
Ia berdalih, setiap orang memiliki hak untuk beribadah dengan caranya sendiri.
"Itu anggapan yang tidak sama dengan anggapan kita oke-oke saja, saya juga tidak menyalahkan orang itu."
"Inilah kebebasan beragama, siapa pun tidak boleh memberikan stigma," tandasnya. (TribunWow.com)
Baca artikel lain terkait Ponpes Al Zaytun