Konflik Rusia Vs Ukraina
Kehebatan Kendaraan Militer Ukraina Kiriman Prancis, Jerman dan AS, Siap Gempur Rusia di Musim Semi
Berikut spesifikasi kendaraan lapis baja milik Ukraina yang baru diperoleh dari Prancis, Jerman dan Amerika Serikat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengirim kendaraan tempur infanteri bersenjata lengkap ke Ukraina untuk membantu perang melawan invasi Rusia, Kamis (5/1/2023).
Pengumuman tersebut menandai frase baru dukungan militer Barat, dan pada saat yang sama pejabat Ukraina mengisyaratkan akan adanya serangan baru di musim semi.
Dikutip TribunWow.com dari Kyiv Post, Jumat (6/1/2023), berikut keunggulan kendaraan militer Bradley dari AS, Marder dari Jerman, dan AMX-10 dari Prancis.
Baca juga: Media Inggris Ungkap Tujuan Tersembunyi Rusia Ajak Ukraina Damai Sementara demi Rayakan Natal
1. Bradley AS
Kendaraan tempur Bradley yang bergerak menggunakan roda rantai mulai digunakan di medan perang pada awal 1980-an.
Alat transportasi khusus ini dipersenjatai dengan meriam otomatis 25mm, senapan mesin 7,62mm, dan sistem rudal TOW (Tube-launched, Optically-tracked, Wireless-guided) yang dapat mengenai dan berpotensi menghancurkan target lapis baja lebih dari dua mil jauhnya.
Kendaraan ini juga memiliki kecepatan lebih dari 41 mph sehingga mudah dibawa untuk berpindah lokasi.
Ukraina diklaim akan mendapat 50 buah kendaraan tempur yang biasanya bisa membawa tiga orang awak dan satu regu infanteri enam orang tersebut.
"Meski kendaraan lapis baja yang dikirim bukan tank, Bradley memberikan tingkat daya tembak dan lapis baja yang akan membawa keuntungan di medan perang," kata juru bicara Pentagon Jenderal Pat Ryder.
"Itu bukan tank, tapi pembunuh tank. Kami yakin itu akan membantu [Ukraina] di medan perang," katanya.
Singkatnya, Bradley adalah kendaraan yang sempurna untuk berkontribusi pada serangan musim semi Ukraina yang diisyaratkan dalam beberapa hari terakhir oleh kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov.
Baca juga: Rusia Tuduh AS Telah Kirimkan Ratusan Tentara hingga Intelijen untuk Bantu Ukraina

2. Marder Jerman
Marder dari Jerman adalah kendaraan tempur lapis baja lain yang serupa dengan Bradley AS.
Ini adalah kendaraan dengan roda berantai baja yang dipersenjatai meriam 20mm dan senapan mesin 7,62 mm.
Meski begitu, kendaraan ini tidak memiliki daya tembak ekstra seperti sistem rudal TOW Bradley.
Marder juga membutuhkan tiga orang awak dan memiliki ruang yang cukup untuk membawa 5-6 pasukan infanteri dengan kecepatan yang sama dengan Bradley.
Hingga saat ini, Jerman belum menentukan berapa banyak kendaraan Marder yang akan dikirim.
Baca juga: Mayoritas Warga Jerman Tak Setuju Negara Mereka Kirimi Ukraina Tank untuk Perangi Rusia
3. AMX-10 Prancis
Dikembangkan pada tahun 1970-an, kendaraan tempur AMX-10 hingga saat ini masih digunakan oleh tentara Prancis.
AMX-10 adalah kendaraan beroda dengan meriam 105 mm yang dinilai sudah ketinggalan zaman sejak tahap akhir Perang Dingin.
Kendaraan ini dilengkapi dengan optik yang memungkinkan penembak untuk mencapai target hingga sekitar 1.500 meter.
Pelindung aluminium AMX-10 juga cukup tebal untuk mencegah serpihan peluru, sebagian besar peluru senapan mesin dan peluru meriam kecil.
Adapun saat bermuatan penuh kendaraan ini bisa mencapai bobot hingga 22 ton.
Militer Prancis menilai AMX-10 dapat diandalkan dan cukup mudah digunakan untuk berpindah dalam pertempuran di Afrika.
Jumlah yang akan dikirim ke Ukraina belum dikonfirmasi tetapi diyakini Prancis memiliki sekitar 30 AMX-10 yang tersedia untuk digunakan saat ini.
Baca juga: Ledek Macron, Pabrik Senjata di Rusia Tantang Prancis Kirim Lebih Banyak Artileri ke Ukraina
Kecanggihan Rudal Patriot Bantuan dari AS
Sistem rudal Patriot telah lama menjadi senjata pertahanan unggulan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai perisai untuk menghalau rudal yang masuk.
Dilansir TribunWow.com, Eropa, Timur Tengah, dan wilayah Pasifik telah menggunakan sistem ini untuk menjaga adanya kemungkinan serangan dari Iran, Somalia, dan Korea Utara.
Sehingga, Rusia pun segera merespons ketika tersiar berita bahwa AS telah setuju untuk mengirim baterai rudal Patriot ke Ukraina.
Baca juga: Rusia Kembali Serang Kyiv, 3 Ledakan Bergema di Seantero Kota, Ukraina Kerahkan Tim Darurat
Dilaporkan Al Jazeera, Kamis (15/12/2022), pertahanan ini merupakan persenjataan militer yang diminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama berbulan-bulan untuk meningkatkan pertahanan udara negaranya.
Pejabat AS telah mengkonfirmasi perjanjian pemberian sistem Patriot tersebut, dan pengumuman resmi akan segera diumumkan.
Tetapi para ahli memperingatkan bahwa keefektifan sistem itu terbatas, dan itu mungkin bukan menjadi penentu dalam perang.
Patriot adalah sistem peluru kendali permukaan-ke-udara yang pertama kali dikerahkan pada 1980-an dan dapat menargetkan pesawat terbang, rudal jelajah, dan rudal balistik jarak pendek.
Setiap baterai Patriot terdiri dari sistem peluncuran yang dipasang di truk dengan delapan peluncur yang masing-masing dapat menampung hingga empat pencegat rudal, radar darat, stasiun kontrol, dan generator.

Baca juga: Perang Berkecamuk di Bakhmut, Para Ahli Heran Rusia Terobsesi pada Kota Kecil di Ukraina
Angkatan Darat mengatakan saat ini memiliki 16 batalyon Patriot.
Sebuah laporan International Institute for Strategic Studies tahun 2018 menemukan bahwa batalion tersebut mengoperasikan 50 baterai, yang memiliki lebih dari 1.200 pencegat rudal.
Baterai AS secara teratur digunakan di seluruh dunia dan dioperasikan atau dibeli oleh Belanda, Jerman, Jepang, Israel, Arab Saudi, Kuwait, Taiwan, Yunani, Spanyol, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Rumania, Swedia, Polandia, dan Bahrain.
"Sistem Patriot adalah salah satu sistem pertahanan rudal udara yang paling banyak dioperasikan dan andal serta terbukti di luar sana, dan kemampuan pertahanan rudal balistik teater dapat membantu mempertahankan Ukraina dari rudal balistik yang dipasok Iran," kata Tom Karako, direktur Pertahanan Rudal Proyek di Pusat Studi Strategis dan Internasional.
Seorang pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim karena kesepakatan Ukraina belum diumumkan, mencatat bahwa satu baterai Patriot memiliki jarak tembak yang panjang, tetapi hanya dapat mencakup area luas yang terbatas.
Sebagai contoh, Patriot dapat secara efektif melindungi pangkalan militer kecil, tetapi tidak dapat sepenuhnya melindungi kota besar seperti Kyiv.
Sistem hanya bisa memberikan cakupan untuk beberapa bagian dari kota tersebut.
Patriot sering dikerahkan sebagai batalion, yang mencakup empat baterai.
Namun, ini tidak akan terjadi dengan Ukraina, yang menurut para pejabat akan menerima satu baterai.
Patriot memiliki radar yang lebih kuat yang lebih baik dalam membedakan target daripada sistem S-300 era Soviet yang digunakan Ukraina, tetapi memiliki keterbatasan.
Namun, kemampuan Patriot untuk menargetkan beberapa rudal balistik dan pesawat berpotensi melindungi Kyiv jika Presiden Rusia Vladimir Putin melanjutkan ancamannya yang gigih untuk menggunakan perangkat nuklir taktis.
Jika serangan udara yang dikirim adalah bom gravitasi lewat pesawat perang, sistem tersebut dapat menargetkan pesawat pengirim.
Namun, jika yang diluncurkan adalah rudal balistik jelajah atau jarak pendek hingga menengah, sistem patriot mungkin akan dapat mencegat rudal itu.(TribunWow.com/Via)