Konflik Rusia Vs Ukraina
Ledek Macron, Pabrik Senjata di Rusia Tantang Prancis Kirim Lebih Banyak Artileri ke Ukraina
Sebuah sindiran disampaikan oleh pabrik senjata asal Rusia kepada Macron terkait artileri tipe Caesar yang dikirim oleh Prancis ke Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Prancis diketahui merupakan satu dari beberapa negara yang belakangan ini kerap memberikan bantuan senjata dan perlengkapan militer kepada Ukraina untuk membantu melawan pasukan militer Rusia.
Satu dari beberapa senjata yang dikirim oleh Prancis ke Ukraina adalah artileri atau howtizer bernama CAESAR.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Prancis diketahui telah mengirimkan beberapa CAESAR ke Ukraina.
Baca juga: Bergelimang Darah, Pengawal Putin yang Ditugasi Membawa Kode Nuklir Rusia Ditemukan Hampir Tewas
Ironsinya, aksi Prancis membantu Ukraina ini justru menuai ledekan dari pabrik senjata terkenal di Rusia bernama Uralvagonzavod, pada Kamis (23/6/2022).
Seorang politisi asal Prancis diketahui sempat berkomentar bahwa pada minggu ini ada dua CAESAR yang berhasil diambil alih oleh tentara Rusia.
Uralvagonzavod mengklaim telah mempelajari CAESAR yang diamankan oleh tentara Rusia dan menilai senjata kiriman Prancis tersebut tidak memiliki kualitas yang baik.
"Tolong sampaikan terima kasih kami kepada Presiden Macron atas hadiah senjata (CAESAR)," tulis Uralvagonzavod di akun Telegram miliknya.
Baca juga: Jika Putin Tewas, Rusia Diprediksi akan Tetap Jadi Ancaman dan Terus Bermusuhan dengan Ukraina
Meledek CAESAR tidak memiliki kualitas yang baik, Uralvagonzavod menyatakan akan mencari cara untuk memanfaatkan spare part dari senjata tersebut.
"Bawakan kami lebih banyak (CAESAR), kami akan membongkarnya," ledek Uralvagonzavod.
Sebelumnya, Macron mengaku alasannya kerap menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin adalah demi Ukraina.
Pasalnya, ia mengklaim membawa pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait upaya perundingan damai.
Berkunjung ke Ukraina, Macron mengaku mengalami perasaan yang lebih parah dari kecewa atas perbuatan Putin.

Dilansir TribunWow.com dari Ukrinform, Jumat (17/6/2022), hal ini diungkapkan Macron dalam jumpa pers setibanya di Kyiv.
Berdiri di samping Zelensky, Macron mengungkapkan alasannya kerap berkomunikasi dengan Putin.
Ia mengakui bahwa pembicaraannya dengan Putin belum membuahkan hasil yang diinginkan tetapi menganggap perlu untuk melanjutkan pembicaraan ini.