Konflik Rusia Vs Ukraina
Sukarela Ikut Perangi Pasukan Rusia, Remaja di Ukraina Akui Tetap Tak Mau Mati demi Negaranya
Sejumlah remaja di Ukraina mulai bergabung dengan pasukan militer Ukraina untuk menghadapi invasi pasukan Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Di tengah konflik Rusia-Ukraina yang terus memanas, banyak remaja di Ukraina yang secara sukarela bergabung di Kiev/Kyiv untuk mengantisipasi datangnya pasukan Rusia.
Dua di antaranya adalah mahasiswa bernama Maksy Lutsyk (19) dan Dmytro Kisilenko (18).
Kedua remaja ini secara sukarela pergi ke Kyiev, bergabung bersama pasukan militer Ukraina bersiap menghadapi datangnya pasukan Rusia.
Baca juga: Warga Inggris Ditawari Rp 37 Juta jika Mau Tampung Pengungsi dari Ukraina
Baca juga: Dapat Banyak Bantuan dari Negara Barat, Presiden Ukraina Yakin Tidak Ada yang Gratis
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, para remaja yang bergabung untuk melawan Rusia nantiny akan melalui pelatihan terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke lapangan.
"Saya mulai terbiasa dengan senjata saya. Saya belajar bagaimana untuk menembak dan bagaimana untuk bertindak di peperangan, hingga belajar hal-hal lainnya yang akan menjadi sangat penting dalam perang melawan Rusia," ujar Dmytro sambil tertawa.
Di sisi lain, rekan Dmytro yakni Maksym menanggapi kondisi ini dengan lebih serius.
Ia mengaku percaya diri akan kemampuannya seusai mempelajari pengetahuan seputar taktik, ilmu bela diri, hingga kesehatan.
Dmytro meyakini, sangat mungkin pasukan militer Rusia maju hingga masuk ke Kyiv.
Bersama dengan Maksym, Dmytro dan rekannya tersebut berasal dari kota yang sama.
Mereka berdua tinggal di sebuah kota yang berbatasan dengan Rusia dan turut menjadi korban serangan Rusia.
Terkait keputusan mereka bergabung menjadi tentara relawan, Maksym mengaku sempat diminta oleh ibunya agar cukup membantu di shelter atau membantu memasak makanan.
Sementara itu Dmytro bercerita, orangtuanya tahu persis apa yang ia lakukan.
Saat mengabari ayahnya, Dmytro mengaku sempat dilarang agar tidak usah mencoba begitu keras untuk menjadi pahlawan dalam situasi ini.
Kendati demikian, Dmytro mengaku orangtuanya bangga kepadanya.
Namun Dmytro sendiri mengatakan tidak berniat untuk mati dalam perang ini.