Konflik Rusia Vs Ukraina
Sukarela Ikut Perangi Pasukan Rusia, Remaja di Ukraina Akui Tetap Tak Mau Mati demi Negaranya
Sejumlah remaja di Ukraina mulai bergabung dengan pasukan militer Ukraina untuk menghadapi invasi pasukan Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Tolong segera lakukan," ujar Putin ke Shoigu.
2. Siap Mati karena Hidup Sendirian
Sejak Selasa (1/3/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengeluarkan sebuah kebijakan untuk meniadakan kewajiban visa bagi warga negara lain yang sukarela ingin ikut berperang melawan Rusia di Ukraina.
Zelensky sebelumnya telah mengumumkan mengajak warga negara lain untuk bergabung bersama Ukraina melawan Rusia.
Sementara itu, ratusan warga negara Inggris telah ramai mendaftar di Kedutaan Besar Ukraina untuk Inggris terkait lowongan sukarela menjadi milisi melawan Rusia.
Pendiri badan bantuan kemanusiaan UK Aid for Ukraine, Harry Jackson justru miris melihat banyaknya warga negara Inggris yang dengan mudahnya bergabung menjadi sukarelawan di Ukraina.
Jakson menerima banyak pesan dari warga negara Inggris yang ingin bergabung menjadi sukarelawan di Ukraina.
"Banyak dari mereka yang berpotensi tidak akan bisa kembali ulang. Itu adalah ide yang buruk," ujar Jackson.
Jackson kemudian mengutip pesan seorang pendaftar berusia 45 tahun.
Pendaftar tersebut mengaku siap mati karena dirinya hidup sendirian dan belum menikah.
Sukarelawan yang tidak disebutkan namanya itu mengaku tidak akan ada yang berubah meskipun dirinya tidak bisa kembali pulang dengan selamat.
"Bagi saya ini kegilaan melihat begitu banyak orang begitu mudah mempertaruhkan nyawa mereka," ujar Jackson.
3. Ukraina Sempat Ajak Warga Israel
Sebelumnya diberitakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan pembentukan sebuah pasukan baru untuk menghadapi invasi pasukan Rusia.
Pasukan baru Ukraina itu memiliki nama Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.