Virus Corona
Agar Cepat Pulih dari Covid-19, Coba Konsumsi 14 Makanan Peningkat Sistem Imun saat Isolasi Mandiri
Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri perlu memperhatikan makannya agar mendapat nutrisi yang dibutuhkan selama masa pemulihan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Namun, jangan memasak terlalu matang untuk membuatnya lebih mudah menyerap vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain dilepaskan dari asam oksalat, antinutrisi.
6. Yoghurt
Yoghurt merupakan salah satu makanan probiotik yang dapat merangsang sistem kekebalan untuk membantu melawan penyakit.
Cobalah untuk mendapatkan yogurt tawar daripada jenis yang diberi rasa dan sarat dengan gula.
Mempermanis yogurt tawar bisa dlakukan sendiri dengan buah-buahan sehat dan sedikit madu.
Yogurt juga bisa menjadi sumber vitamin D yang bagus, kini terdapat juga yoghurt yang diperkaya vitamin D.
Vitamin D membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan dianggap meningkatkan pertahanan alami tubuh kita terhadap penyakit.
Uji klinis bahkan sedang dalam pengerjaan untuk mempelajari kemungkinan efeknya pada Covid-19.

7. Almond
Jika ingin mencegah dan menyembuhkan pilek, vitamin E cenderung memang tidak sepopuler vitamin C.
Namun, antioksidan kuat dalam vitamin E adalah kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat.
vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti membutuhkan keberadaan lemak untuk diserap dengan baik. Kacang-kacangan, seperti almond, dikemas dengan vitamin dan juga memiliki lemak sehat.
Orang dewasa hanya membutuhkan sekitar 15 mg vitamin E setiap hari.
Porsi setengah cangkir almond, yaitu sekitar 46 almond utuh yang dikupas, menyediakan sekitar 100 persen dari jumlah harian yang direkomendasikan.
8. Biji Bunga Matahari
Biji bunga matahari penuh dengan nutrisi, termasuk fosfor, magnesium, dan vitamin B-6 dan E.
Vitamin E penting dalam mengatur dan menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh.
Makanan lain dengan jumlah vitamin E yang tinggi termasuk alpukat dan sayuran yang memiliki warna hijau gelap.
Biji bunga matahari juga sangat tinggi selenium.
Hanya 1 ons mengandung hampir setengah selenium yang dibutuhkan rata-rata orang dewasa setiap hari.
Berbagai penelitian, sebagian besar dilakukan pada hewan, telah melihat potensinya untuk memerangi infeksi virus seperti flu babi (H1N1).
9. Kunyit
Bumbu pahit berwarna kuning cerah ini juga telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai anti-inflamasi dalam mengobati osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi kurkumin, yang memberi warna khas pada kunyit, dapat membantu mengurangi kerusakan otot akibat olahraga.
Curcumin memiliki khasiat yang bisa memperkuat kekebalan dan antivirus.
10. Teh hijau

Teh hijau dan hitam dikemas dengan flavonoid, sejenis antioksidan.
Di mana teh hijau benar-benar unggul adalah dalam kadar epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan kuat lainnya.
Dalam penelitian, EGCG telah terbukti meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Proses fermentasi yang dilalui teh hitam menghancurkan banyak EGCG.
Teh hijau, di sisi lain, dikukus dan tidak difermentasi, sehingga EGCG dipertahankan.
Teh hijau juga merupakan sumber asam amino L-theanine yang baik.
L-theanine dapat membantu dalam produksi senyawa pelawan kuman di sel T Anda.
11. Pepaya
Pepaya adalah buah lain yang sarat dengan vitamin C.
Tubuh dapat menemukan dua kali lipat jumlah vitamin C yang direkomendasikan setiap hari dalam satu buah berukuran sedang.
Pepaya juga memiliki enzim pencernaan yang disebut papain yang memiliki efek anti-inflamasi.
Pepaya memiliki jumlah potasium, magnesium, dan folat yang cukup, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
12. Kiwi

Seperti pepaya, kiwi secara alami penuh dengan satu ton nutrisi penting, termasuk folat, potasium, vitamin K, dan vitamin C.
Vitamin C meningkatkan sel darah putih untuk melawan infeksi, sementara nutrisi kiwi lainnya menjaga seluruh tubuh Anda berfungsi dengan baik.
13. Unggas
Saat sakit dan ingin makan sup ayam, itu memiliki efek plasebo yang membuat merasa lebih baik.
Sup dapat membantu menurunkan peradangan, yang dapat memperbaiki gejala pilek.
Unggas, seperti ayam dan bebek, kaya akan vitamin B-6. Sekitar 3 ons kalkun ringan atau daging ayam mengandung hampir sepertiga dari jumlah B-6 yang direkomendasikan setiap hari.
Vitamin B-6 adalah pemain penting dalam banyak reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Ini juga penting untuk pembentukan sel darah merah baru dan sehat.
Kaldu atau kaldu yang dibuat dengan merebus tulang ayam mengandung gelatin, kondroitin, dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk penyembuhan usus dan kekebalan.
14. Kerang
Kerang merupakan sumber zinc yang cukup baik.
Zinc tidak mendapatkan perhatian sebanyak vitamin dan mineral lainnya, tetapi tubuh kita membutuhkannya agar sel-sel kekebalan tubuh kita dapat berfungsi sebagaimana mestinya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)