Virus Corona
Alami Kesulitan Tidur seusai Isolasi Mandiri atau Sembuh dari Covid-19? Berikut Tips dari Dokter
Pasien Covid-19 yang telah selesai mengalami masa isolasi mandiri atau dinyatakan sembuh dari Covid-19 masih ada kemungkinan untuk memiliki keluhan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang telah selesai mengalami masa isolasi mandiri atau dinyatakan sembuh dari Covid-19 masih ada kemungkinan untuk memiliki keluhan.
Pasien Covid-19 memang diharuskan untuk menjalani isolasi selama masa penyembuhan.
Waktu masa isolasi mulai dari 10 hari untuk pasien tanpa gejala, dan tambahan tiga hari bebas gejala untuk pasien Covid-19 gejalan ringan.
Selama masa isolasi pasien Covid-19 dianjurkan untuk tetap berada di ruang isolasi dan tidak berpindah-pindah ruangan.
Mereka hanya diizinkan untuk berjemur dan berolahraga dengan waktu yang cukup untuk meningkatkan imun.
Baca juga: Berikut Panduan Sederhana dari RSCM untuk Pasien Covid-19 yang Lakukan Isolasi Mandiri
Pasien Covid-19 juga dianjutkan untuk tidak berinteraksi secara langsung dengan orang lain sekalipun keluarga meski isolasi dilakukan di rumah.
Jika terpaksa, interaksi langsung bisa dilakukan dengan memperhatikan jarak aman dan waktu yang singkat.
Salah satu keluhan yang kerap dialami oleh penyintas Covid-19 usai menjalani masa isolasi adalah mengalami kesulitan tidur atau gangguan pada waktu tidurnya.
"Jadi antara 35 sampai 40 persen dengan Covid maupun non-Covid di masa pandemi ini sleep disorder itu banyak banget," kata dr Nurul, Sp.N dalam tayangan Youtube lifesyleOne, Rabu (21/7/2021).
Ada beberapa penyebab yang bisa menjadikan penyintas Covid-19 mengalami kesulitan tidur.
1. Karena penyakit yang dialaminya,
2. Karena kecemasan,
3. Jarang terpapar udara segar,
4. Jarang terkena sinar matahari,
5. Gangguan pernapasan yang menyebabkan gangguan pada tidur,
Baca juga: Banyak Pasien Meninggal saat Isolasi Mandiri, Ini Kata Ketua Satgas Covid-19 IDI
Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 IDI Anjurkan Pasien Covid-19 Rontgen Dada meski Tanpa Gejala, Apa Alasannya?