Wacana Presiden 3 Periode
Arief Poyuono Sebut 85 Persen Rakyat Setuju Presiden 3 Periode, Najwa Shihab Kaget: Yakin Sekali?
Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai masa jabatan presiden kurang jika hanya dua periode.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai masa jabatan presiden kurang jika hanya dua periode.
Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (17/3/2021).
Diketahui sejak 2019 Arief Poyuono selalu mendukung rencana perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode, bahkan jika perlu lebih dari itu.

Baca juga: Amien Rais Tuduh Jokowi Mau 3 Periode, Politikus PKB: Dulu Dia Mau Hentikan Presiden, Sekarang Sama
"Saya mengatakan bahwa dua periode kurang itu ada dasarnya," jelas Arief Poyuono.
"Pertama saya berpikir dari sisi ekonominya," lanjut dia.
Ia mempertanyakan keputusan Tap MPR yang dulu menetapkan masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal hanya dua periode.
Menurut Arief, aturan ini terlalu mengikuti konstitusi Amerika Serikat.
Padahal konstelasi politik di Indonesia sangat berbeda.
"Saya enggak tahu deh, dulu anggota-anggota DPR yang buat dua periode itu mikir enggak sih kalau dua periode diterapkan di Indonesia dengan landscape politik yang berbeda dengan Amerika, budaya politik yang berbeda, punya dampak terhadap perekonomian di Indonesia," terang Arief.
Presenter Najwa Shihab lalu bertanya lebih lanjut.
"Sepuluh tahun kurang untuk membangun?" tanya Najwa.
Baca juga: Amien Rais Tuduh Jokowi Mau 3 Periode, Ali Ngabalin Tegur: Jangan Main Sebarkan Berita, Itu Fitnah
Ia menjelaskan Indonesia memiliki peta politik dengan partai yang beragam.
Selain itu, arah politik dapat berubah-ubah sesuai kehendak partai.
"Kurang, karena berbeda. Dua periode yang kita copy paste itu lebih dekat dengan konstitusinya Amerika. Amerika cuma dua partai, Indonesia partainya berkarung-karung," kata Arief.
Ia bahkan menyebut aturan masa jabatan dua periode itu sangat kurang.