Wacana Presiden 3 Periode
Arief Poyuono Sebut 85 Persen Rakyat Setuju Presiden 3 Periode, Najwa Shihab Kaget: Yakin Sekali?
Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai masa jabatan presiden kurang jika hanya dua periode.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Arief menyebut contoh pada masa reformasi yang terjadi bukannya industrialisasi, tetapi deindustrialisasi.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan banyak investor yang takut melakukan investasi jangka panjang karena kemungkinan kebijakan pemerintah bisa berubah dalam kurun waktu 10 tahun.
"Seberapa Anda yakin pandangan Anda disetujui banyak orang?" tanya Najwa.
"Kalau untuk hari ini, saya meyakini 85 persen rakyat Indonesia setuju kalau tiga periode," tegas Arief.
Keyakinan itu membuat Najwa terkejut.
"Yakin sekali Anda 85 persen?" tanya sang presenter dengan nada kaget.
"Tiga periode itu 'kan artinya bukan selama-lamanya," jelas Arief Poyuono.
Baca juga: Hidayat Nur Wahid soal Isu Jabatan Presiden Jadi 3 Periode: MPR Tidak Mengamandemen UUD
Lihat videonya mulai menit ke-3.50:
Teguran Ali Ngabalin ke Amien Rais yang Tuduh Jokowi Mau 3 Periode
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegur ucapan mantan Ketua MPR Amien Rais yang menyebut ada wacana memperpanjang masa jabatan presiden.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Selasa (16/3/2021).
Menurut Amien Rais, ada upaya mengamandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 7 demi memperpanjang masa jabatan presiden di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Jawab Tudingan Amien Rais soal Jokowi Mau 3 Periode, Ali Ngabalin: Halusinasi seperti Ahli Nujum
Jokowi langsung membantah bahwa dirinya berminat maju kembali sebagai presiden jika memang diizinkan.
Ngabalin kemudian menanggapi tudingan Amien Rais dengan menyebut masyarakat selalu memperhatikan tingkah tokoh-tokoh nasional dan ucapan mereka.
