Breaking News:

Virus Corona

Sebut Ada Perlakuan Berbeda Pemerintah soal TKA China, Din Syamsuddin: Hati Betul-betul Tersayat

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin memberikan tanggapan terkait perlakukan pemerintah terhadap TKA China yang masuk Indonesia.

Youtube/Refly Harun
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin memberikan tanggapan terkait perlakukan pemerintah terhadap TKA China yang masuk Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin memberikan tanggapan terkait perlakukan pemerintah terhadap TKA China yang masuk Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, dari tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (12/5/2020), Din Syamsuddin menyebut ada perlakukan yang berbeda yang ditunjukkan oleh pemerintah terkait TKA China.

Din Syamsuddin mulanya menyinggung soal dugaan adanya konspirasi dari pemerintah terkait penanganan Virus Corona di Indonesia.

Ketua PP Muhammadiyah 2005-2015 Professor Din Syamsuddin mengaku kurang setuju dengan anggapan dari Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun terkait konspirasi pemerintah terkait penanganan Corona.
Ketua PP Muhammadiyah 2005-2015 Professor Din Syamsuddin mengaku kurang setuju dengan anggapan dari Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun terkait konspirasi pemerintah terkait penanganan Corona. (Youtube/Refly Harun)

Din Syamsuddin Koreksi Refly Harun yang Sebut Muhammadiyah Condong ke Prabowo saat Pilpres 2019

Namun menurutnya, hal tersebut sudah banyak diketahui oleh masyarakat dengan membaca gelagat yang dilakukan pemerintah.

Karena setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, justru banyak bertentangan.

Dirinya menyebut bahwa pemerintah memang dari awal tidak serius menangani penyebaran Covid-19.

"Saya kira bukan konsiprasi ya, tetapi itu gejala dan gelagat yang bisa dibaca," ujar Din Syamsuddin.

"Karena kita sudah tahu sebelumnya betapa kuatnya oligarki," jelasnya.

Dirinya kemudian menduga pemerintah mempunyai kepentingan lain yang lebih pribadi ketimbang memikirkan rakyatnya, khususnya berkaitan dengan ekonomi.

Pemerintah seakan-akan hanya memikirkan ekonomi dibandingkan masalah kesehatan.

"Kemudian terdapat juga kleptokrasi, yang ini sebenarnya bukan terakhir ini, sejak awal," kata Din Syamsuddin.

"Jadi kalau pemerintah seperti itu, saya dapat mengatakan dengan penuh istilah hukumnya patut diduga, kan ada vested interest terutama yang bersifat ekonomi dan bisnis," tegasnya.

Indrayanto: Jika 500 TKA China Batal Datang maka 3.000 Pekerja Lokal Terancam Kehilangan Pekerjaan

Termasuk berkaitan dengan diizinkan masuknya TKA asal China ke Indonesia, tidak ada alasan lain selain ekonomi.

Din Syamsuddin mengaku terluka hatinya menyaksikan adanya perlakukan dari pemerintah yang tidak adil kepada masyarakat Indonesia.

Karena di satu sisi, pemerintah justru membiarkan para tenaga asing berdatangan ke Indonesia.

Padahal hal itu sangat berisiko terkait adanya penyebaran Virus Corona.

Sedangkan masyarakat Indonesia dipaksa untuk melakukan physical distancing dengan cara tetap berada di rumah yang tentunya banyak yang kehilangan mata pencahariannya.

"Dan hati kita betul-betul tersayat ketika rakyat disuruh berada di rumah, karantina wilayah, tetapi tenaga kerja asing datang berdatangan," ungkapnya.

"Celakanya lagi diberi alasan yang manipulatif, 'Oh mereka itu hanya mengurus perpanjangan izin ke Jakarta', padahal data-data yang ada dan diakui belakangan, mereka datang dari China sana sempat singgah di Bangkok di karantina baru masuk Indonesia, Jakarta," jelasnya.

"Dan ini masih berlangsung lagi beberapa waktu setelah itu."

Refly Harun Ungkap Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan Masa Sekarang, Kharismatis atau Administratif?

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved