Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Sebut Majunya Gibran Ancam Rasionalitas Pemilih, Analis Sospol Ubeidilah: Memilih karena Anak Jokowi

Analis Sospol Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya Gibran akan ancam rasionalitas para pemilih, memilih karena anak Jokowi

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
BPMI Setpres
Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka saat santap siang di rumah makan Ayam Goreng Kampung Mbah Karto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu, 28 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut keduanya berkomentar soal survei Calon Wali Kota Surakarta 2020-2025. 

TRIBUNWOW.COM - Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo akan berdampak buruk terhadap demokrasi di Indonesia.

Ubeidilah mengatakan akan muncul banyak pemilih yang tidak rasional, memilih hanya karena Gibran anak dari Jokowi.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube KompasTv, Rabu (20/11/2019), awalnya Ubeidilah menjelaskan soal dinasti politik selalu identik dengan kesan aji mumpung.

Analis Sospol Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya Gibran akan ancam rasionalitas para pemilih, memilih karena anak Jokowi
Analis Sospol Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya Gibran akan ancam rasionalitas para pemilih, memilih karena anak Jokowi (YouTube KOMPASTV)

Wasekjen PDIP Arif Wibowo Sinyalkan Gibran Mungkin Terpilih, Ungkit Generasi Muda Masa Depan Negeri

"Tetapi kemudian dinasti dalam terminologi politik dipahami sebagai sebuah proses sirkulasi di mana keluarga begitu dominan," kata Ubeidilah.

"Maka di situ akan ada kesan politik aji mumpung," tambahnya.

Ia kemudian mencontohkan hal tersebut pada kasus Gibran Rakabuming Raka yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo ketika ayahnya menjadi Presiden RI.

"Jadi ketika ayahnya berkuasa, mumpung berkuasa memanfaatkan pengaruh kekuasaan ayahnya," kata Ubeidilah.

"Misalnya Pak Jokowi kan sedang jadi presiden, lalu Gibran mencalonkan jadi Wali Kota Solo," tambahnya.

Publik akan selalu melihat Jokowi ketika Gibran maju di Pilkada.

"Orang tidak bisa melepaskan antara Gibran dengan presiden (Jokowi)," jelas Ubeidilah.

Ubeidilah mengatakan Gibran memang berhak untuk maju dalam Pilkada Solo 2020, namun persepsi publik akan selalu memandang Gibran menumpang kekuasaan ayahnya sebagai presiden.

"Ini persepsi publik," jelas Ubeidilah.

"Jadi dalam perspektif politik, itu hak Gibran mencalonkan."

"Jadi kalau secara politik itu sah-sah saja."

"Tapi itu kemudian tidak bisa dihindari (persepsi negatif)," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Gibran Rakabuming RakaPilkada Serentak 2020JokowiSoloPilkada SerentakPilkada Solo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved