Pilkada Serentak 2020
Sebut Majunya Gibran Ancam Rasionalitas Pemilih, Analis Sospol Ubeidilah: Memilih karena Anak Jokowi
Analis Sospol Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya Gibran akan ancam rasionalitas para pemilih, memilih karena anak Jokowi
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Ubeidilah mengatakan ketika Gibran maju, banyak pemilih yang nantinya tidak bisa menilai secara objektif.
Ia juga menjelaskan nantinya akan banyak yang memilih Gibran karena anak presiden.
"Ketika kemudian Gibran mencalonkan," kata Ubeidilah.
"Rasionalitas publik, pemilih, itu tidak tumbuh dengan sehat menurut saya."
"Tapi lebih karena pengaruh keluarga."
"(memilih) karena anaknya Pak Jokowi," imbuhnya.
Ubeidilah menerangkan, hal seperti itu memiliki efek negatif terhadap sistem demokrasi.
Karena tidak bisa dipungkiri, menurutnya dinasti politik akan menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat.
"Dalam demokrasi menurut saya kurang sehat," jelas Ubeidilah.
"Masyarakat berhak untuk membangun persepsinya."
"Politik itu kan persepsi," tambahnya.
• Langkah Gibran Temui Megawati Tuai Kritik, Wasekjen PDIP Arif Wibowo: Mas Gibran Sudah Tepat
Ubeidilah mengatakan yang perlu dilakukan oleh petinggi-petinggi politik adalah menghindari langkah yang dapat memancing reaksi negatif dari masyarakat.
"Yang mesti dilakukan oleh elite politik adalah, mereka jangan melakukan tindakan politik yang menimbulkan persepsi negatif publik," tuturnya.
Ubeidilah mengatakan Gibran jika ingin maju lebih tepat di tahun 2025, setelah Jokowi tak lagi menjadi presiden.
"Kalau menurut saya Gibran lebih tepat 2025," jelas Ubeidilah.