Pilkada Serentak 2020
Sebut Majunya Gibran Ancam Rasionalitas Pemilih, Analis Sospol Ubeidilah: Memilih karena Anak Jokowi
Analis Sospol Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun mengatakan majunya Gibran akan ancam rasionalitas para pemilih, memilih karena anak Jokowi
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Soal adanya pandangan Gibran akan mendapat bantuan dari aparatur sipil negara dan aparat, menurut Ubeidilah pemikiran seperti itu tidak bisa dihindari.
"Itu psikologi politik yang tidak bisa dihindari," kata Ubeidilah.
ketika yang maju adalah anak dari seorang presiden, Ubeidilah mengatakan banyak pihak yang akan bingung untuk menentukan pilihannya.
Di satu sisi ia sudah menetapkan pilihannya, namun tiba-tiba muncul Gibran yang merupakan anak dari Jokowi.
Ubeidilah mengatakan akan banyak pemilih yang memilih tanpa didasari rasionalitas soal pilihan mereka.
"Karena ini adalah anaknya presiden, maka elite politik agak kikuk," kata Ubeidilah.
"Meskipun dia misalnya memiliki pilihan yang berbeda dengan apa yang disodorkan oleh tokoh seorang Gibran."
"Banyak kemudian masyarakat terpaksa menjatuhkan pilihan bukan karena rasionalitasnya."
"Lebih karena efek psikologi politik." tambahnya.
Selain merusak rasionalitas pemilih, Ubeidilah juga mengatakan majunya Gibran akan merusak regenerasi dari partai politik itu sendiri.
"Ini merusak regenerasi partai politik," jelas Ubeidilah.
• Gerindra Resmi Pinang Paundra Cucu Soekarno Jadi Wawali di Pilkada Solo 2020, Dampingi Gibran
Video dapat dilihat menit 4.30
Pengamat Politik Kritik Gibran Manfaatkan Jabatan Presiden RI Joko Widodo
Pengamat politik, Hendri Satrio, mengatakan Gibran Rakabuming Raka seakan mengharapkan bantuan orang lain untuk membantu maju di Pilkada Solo 2020.
Dikutip TribunWow.com dari kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, yang tayang Kamis (31/10/2019), awalnya Hendri membahas terkait langkah Gibran Rakabuming yang dikabarkan akan maju sebagai Wali Kota Solo.