Terkini Daerah
Erupsi Gunung Ruang, Bangun sejak 22 Tahun Lalu hingga Warga Jauhi Pantai karena Potensi Tsunami
Gunung Ruang yang ada di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (17/4/2024) malam.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Gunung Ruang yang ada di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (17/4/2024) malam.
Dikutip dari Tribunnews, Gunung Ruang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan menyeburkan materian dari puncak.
Erupsi ekspolsif setinggi 3.000 meter juga terjadi pada 20.15 WITA.
Baca juga: Ngeri! Kesaksian Pendaki yang Selamat dari Erupsi Gunung Marapi: Batu Turun Kayak Dilempar, Sakit
Mengutip TribunManado.com, erupsi tersebut disertai gemuruh dan gempa yang terasa hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ruang.
Masyarakat yang bermukim di Pulau Tagulandan yang masuk dalam radius enam kilometer pun dievakuasi.
Sejarah Erupsi
Sebelum erupsi tahun ini, rupanya Gunung Ruang pernah meletus pada tahun 2002.
Erupsi tersebut, merupakan erupsi eksplosif disertai awan panas.
Imbas erupsi Gunung Ruang saat itu, yakni kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan pengungsian penduduk.
Diketahui, Gunung Ruang, gunung yang paling eksplosif di Sulut, lantaran memiliki siklus yang tak menentu, bahkan relatif lebih lama.
Siklus yang relatif lebih lama pun membuat gunung menyimpan lebih banyak material sebelum dikeluarkan berupa erupsi.
Baca juga: Gunung Ruang Sulawesi Utara Meletus, 838 Warga Dievakuasi hingga Diminta Jauhi Radius 4 KM
Ancaman Tsunami
Dilihat dari letak gunung, tsunami mencancam warga yang berada di pesisir laut Pulau Tagulandang.
BNPB pun mengimbau agar masyarakat di Pantai Barat Tagulandang mengungsi ke pantai timur.
Adapun permukiman di pesisir barat Tagulandang ialah Desa Barangka Pehe, Boto, Lesah, Lesah Rende, Mahangiang, Pahiama dan Tulusang.
Masyarakat yang berada dekat dengan Gunung Ruang juga diminta waspada akan potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunung ke dalam laut.
Dievakuasi 6 KM
Masyarakat yang tinggal di radius enam kilometer harus dievakuasi sebagai mitigasi ancaman lava, awan panas, dan batu pijar.
Sebanyak 11.615 warga yang berada di pesisir barat pulau Tagulandang dalam radius enam kilometer.
Sementara warga yang berada di radius terdekat dengan Gunung Ruang sudah melakukan evakuasi mandiri.
Baca juga: Update Gunung Marapi Erupsi: 11 Pendaki Ditemukan Tewas Terjebak Letusan, 12 Lainnya Belum Ditemukan
Basarnas Sisir Warga
Basarnas akan mengerahkan perahu karet untuk menyisir wilayah pantai di sekitar Gunungapi Ruang, Kamis (18/4/2024) hari ini menyusul naiknya status Gunungapi Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara menjadi level IV atau AWAS.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Manado Jandry Paendong mengatakan, rencananya KN Bima Sena Basarnas akan mengawal pergerakan perahu-perahu karet tersebut.
"Jadi rencana kami, kami akan mempergunakan perahu karet mengikuti pesisir pantai dengan dikawal oleh KN Bima Sena sendiri," kata Jandry dalam keterangan video, Kamis (18/4/2024).
Jandry menjelaskan pihaknya mengerahkan perahu karet karena sebagian masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri sempat kocar-kacir mencari jalan evakuasi sendiri akibat erupsi semalam.
Sebab gunungapi tersebut juga melontarkan material berupa batu-batu kecil. (TRibunWOw.com)
Sumber: TribunWow.com
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|