Breaking News:

Terkini Daerah

Dilaporkan ke Bawaslu, Kades di Ngawi Ngaku Diancam jika Tak Buat Video Dukungan Capres

Kepala Desa Sambiroto Sri Mulyono mengaku diancam saat membuat video dukungan pada salah satu pasangan capres-cawapres.

KOMPAS.COM/SUKOCO
Terlapor dugaan tidak netral Kepala Desa Sambiroto Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Sri Mulyono dimintai keterangan oleh Bawaslu Ngawi terkait pembuatan video dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo – Gibran. 

Dia mengatakan belum bisa mengambil kesimpulan dari keterangan terlapor Sri Mulyono karena masih butuh pendalaman.

Bawaslu juga membutuhkan keterangan dari pihak lain yang terkait.

“Masih kami kaji dan mungkin kami masih membutuhkan penguatan baik dari pihak lain maupun saksi,” katanya.

Baca juga: Fakta Viral Perampokan Minimarket di Indramayu, Karyawan sampai Histeris hingga Penjelasan Polisi

Pradana memastikan akan memproses kasus secepatnya.

"Untuk pemanggilan selanjutnya apabila memang dibutuhkan keterangan dari pihak lain secepatnya dalam minggu ini, karena kami dalam alur penanganan ini tidak terpengaruh pemungutan suara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kompas.com sudah berupaya menghubungi pihak AKD, tetapi belum membuahkan hasil. (*)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengakuan Kades Pembuat Video Dukungan Capres: Saya Ditelepon, kalau Mau Aman, Harus Buat Video"

Sumber: Kompas.com
Tags:
NgawiJawa TimurKepala Desa (kades)Bawaslu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved