Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Rusia Dibalas Ledakan 2 Pangkalan Udara, Diduga Ulah Ukraina untuk Hancurkan Nuklir

Rusia melakukan serangan gencar ke Ukraina, sementara 2 pangkalan udaranya juga mengalami peledakan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube The Guardian
Ilustrasi ledakan. Sejumlah ledakan terjadi di pangkalan militer Saky di Novofedorivka, di pantai barat Krimea pada Selasa (9/8/2022) sore. Terbaru, dua pangkalan udara Rusia meledak diduga akibat serangan Ukraina, Senin (5/12/2022). 

Kementerian pertahanan Rusia menyebut serangan drone itu sebagai tindakan teroris yang bertujuan mengganggu penerbangan jarak jauhnya.

Meskipun demikian, kata kementerian itu, Rusia menanggapi dengan serangan besar-besaran pada sistem kontrol militer dan objek terkait dari kompleks pertahanan, pusat komunikasi, unit energi dan militer Ukraina dengan senjata presisi tinggi berbasis udara dan laut di mana dikatakan semua 17 target yang ditunjuk terkena.

Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina mengatakan telah menjatuhkan lebih dari 60 dari lebih dari 70 rudal yang ditembakkan oleh Rusia pada hari Senin (5/12/2022).

Serangan terbaru ini juga menargetkan infrastruktur kritis yang telah memutus aliran listrik, panas, dan air ke banyak bagian negara itu.

"Orang-orang kami luar biasa," puji Andrii Yermak, kepala staf kepresidenan Ukraina.

Pasukan Kyiv juga telah menunjukkan kemampuan yang meningkat untuk mencapai sasaran strategis Rusia jauh melampaui garis depan sepanjang 1.100 km (684 mil) di selatan dan timur Ukraina.

Saratov setidaknya berjarak 600 km (373 mil) dari wilayah Ukraina terdekat.

Komentator Rusia mengatakan di media sosial bahwa jika Ukraina dapat menyerang sejauh itu di dalam Rusia, serangannya mungkin juga dapat mengenai Moskow.

Kyiv belum mengklaim bertanggung jawab atas salah satu ledakan itu, hanya mengatakan bahwa insiden itu adalah karma untuk invasi Rusia.

"Jika sesuatu diluncurkan ke wilayah udara negara lain, cepat atau lambat objek terbang yang tidak diketahui akan kembali ke titik keberangkatan (mereka)," cuit Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak, pada hari Senin (5/12/2022).

Baca juga: Swiss Bekukan Rp 122 Triliun Aset Rusia Buntut Invasinya ke Ukraina, Disinyalir Masih akan Bertambah

AS Soroti Tekad Kyiv untuk Tetap Melawan

Laju pertempuran yang melambat di Ukraina diprediksi akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan.

Namun, Amerika Serikat menilai keinginan Ukraina untuk melawan Rusia sama sekali tak berkurang.

Meskipun hingga saat ini, Rusia masih terus melakukan serangan yang mengakibatkan putusnya jaringan listrik Ukraina.

Baca juga: Swiss Bekukan Rp 122 Triliun Aset Rusia Buntut Invasinya ke Ukraina, Disinyalir Masih akan Bertambah

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (4/12/2022) Avril Haines, direktur intelijen nasional dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden, menduga Presiden Rusia Vladimir Putin pasti akan terkejut mengetahui militernya tidak mencapai keberhasilan lebih banyak dalam perangnya di Ukraina.

Halaman
123
Tags:
RusiaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir PutinNuklirMoskowKyiv
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved