Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Rusia Dibalas Ledakan 2 Pangkalan Udara, Diduga Ulah Ukraina untuk Hancurkan Nuklir

Rusia melakukan serangan gencar ke Ukraina, sementara 2 pangkalan udaranya juga mengalami peledakan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube The Guardian
Ilustrasi ledakan. Sejumlah ledakan terjadi di pangkalan militer Saky di Novofedorivka, di pantai barat Krimea pada Selasa (9/8/2022) sore. Terbaru, dua pangkalan udara Rusia meledak diduga akibat serangan Ukraina, Senin (5/12/2022). 

Apalagi mengingat bahwa Rusia sebelumnya merasa yakin bisa menguasai Ukraina dalam beberapa minggu setelah serangan ke Kyiv pada akhir Februari.

"Kami melihat semacam pengurangan tempo konflik dan kami berharap itu mungkin yang akan kami lihat dalam beberapa bulan mendatang," kata Haines dalam Forum Pertahanan Nasional Reagan tahunan di California.

Menurutnya, militer Ukraina dan Rusia akan berusaha untuk memperbaiki dan melengkapi pasokan untuk mempersiapkan serangan balasan setelah musim dingin, tetapi ada pertanyaan apakah Kremlin dapat mencapai tujuannya.

"Kami sebenarnya memiliki cukup banyak skeptisisme, apakah Rusia benar-benar siap untuk melakukan itu atau tidak. Saya berpikir lebih optimis untuk Ukraina dalam jangka waktu itu," katanya.

Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi.
Kondisi ibu kota Ukraina, Kyiv setelah dihantam puluhan rudal Rusia pada Senin (10/10/2022) pagi. (YouTube Al Jazeera English)

Baca juga: Serang Pembangkit Listrik, Rusia Disebut NATO Pakai Musim Dingin untuk Buat Warga Ukraina Menderita

Haines menilai, setelah hampir 9 bulan perang berlangsung, Putin mulai menyadari tantangan yang dihadapi militernya.

Meski tujuan politik Putin di Ukraina tampaknya tidak berubah, namun analis intelijen AS berpikir Putin mungkin bersedia untuk mengurangi tujuan militer jangka pendeknya untuk sementara waktu.

Hal ini dibarengi dengan gagasan bahwa Rusia mungkin akan kembali mengejar tujuan tersebut nantinya.

Dia juga mengatakan Rusia tampaknya menghabiskan persediaan militernya dengan sangat cepat.

"Itulah mengapa Anda melihat mereka pergi ke negara lain secara efektif untuk mencoba mendapatkan amunisi dan kami telah mengindikasikan bahwa amunisi presisi mereka habis lebih cepat dalam banyak hal," ungkap Haines.

"Ini benar-benar luar biasa, dan perasaan kami sendiri adalah bahwa mereka tidak mampu memproduksi sendiri apa yang mereka belanjakan pada tahap ini."

Ditanya tentang dampak serangan Rusia terhadap jaringan listrik Ukraina dan infrastruktur sipil lainnya, Haines mengatakan tujuan Moskow adalah guna menekan keinginan warga Ukraina untuk melawan.

"Saya pikir kami tidak melihat bukti bahwa tekad itu sedang dirusak pada titik ini," ungkap Haines.

Rusia juga ingin memengaruhi kapasitas Ukraina untuk menuntut keadilan terhadp perang tersebut, sementara kondisi ekonomi Kyiv telah terpukul keras.

"Ekonomi Ukraina sudah sangat menderita. (Perang) itu sangat menghancurkan."(TribunWow.com/Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
RusiaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir PutinNuklirMoskowKyiv
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved