Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dielukan Warga, Presiden Ukraina Zelensky Kunjungi Kherson yang Berhasil Dibebaskan dari Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi wilayah Kherson yang baru saja dibebaskan dari penjajahan Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube The Guardian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berswa-foto bersama ketika mengunjungi wilayah Kherson yang berhasil direbut dari Rusia, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengunjungi kota Kherson yang baru dibebaskan dari cengkeraman Rusia, Senin (14/11/2022) pagi.

Dilansir TribunWow.com, ia menghabiskan 30 menit di daerah yang belum lama ditinggal mundur pasukan Rusia tersebut.

Tampak Zelensky yang didampingi sejumlah pengawal dan tentara, ramai dirubung dan dielu-elukan oleh warga Kherson.

Baca juga: Menang Besar dari Rusia, Tentara Ukraina Berkaca-kaca Disambut Sorakan Warga: Kherson Milik Kita!

Dalam video yang dibagikan kanal YouTube Guardian News, Senin (14/11/2022), Zelensky melambaikan tangan pada sejumlah orang yang berteriak menyambutnya dari jendela apartemen.

Kembali sang presiden melambaikan tangan saat mendengar namanya diteriakkan para warga yang sudah berkumpul di alun-alun.

Ketika itu, seolah seluruh penghuni kota tumpah di lapangan yang luas tersebut untuk mendengarkan pidato Zelensky.

"Kalian lihat reaksi orang-orang, saya pikir itulah jawabannya. Kami tidak siap dengan antusiasme para warga," ucap Zelensky.

"Mereka menanti tentara Ukraina, menanti kita semua."

Zelensky membenarkan bahwa pasukannya sebelumnya sangat berhati-hati untuk kembali masuk ke Kherson.

Pasalnya, ia tak segera percaya mengenai pernyataan Rusia yang telah menarik mundur pasukan mereka.

"Tentara kami secara perlahan, selangkah demi selangkan mendekat ke seluruh wilayah yang sementara dikuasai," ujar Zelensky.

"Kami tidak percaya Rusia, mereka licik."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi kota Izyum yang berhasil direbut kembali dari tangan Rusia, Rabu (14/9/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi kota Izyum yang berhasil direbut kembali dari tangan Rusia, Rabu (14/9/2022). (Layanan Pers Kepresidenan Ukraina/AFP)

Baca juga: Pengakuan Warga Kherson yang Dikuasai Rusia, Ditakut-takuti Serangan Ukraina hingga Hidup Terasing

Lebih lanjut, seperti dilaporkan The Guardian, Zelensky berterima kasih kepada NATO dan sekutu lainnya atas dukungan mereka dalam perang melawan Rusia.

Ia menyebuyt pengiriman sistem roket artileri mobilitas tinggi (Himars) dari AS telah membuat perbedaan besar bagi upaya perang Ukraina.

"Kami bergerak maju. Kami siap untuk perdamaian, perdamaian untuk seluruh negara kami," tandasnya.

Orang dewasa dan anak-anak, beberapa mendorong kereta bayi, juga berkumpul di alun-alun di depan gedung administrasi yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia.

Beberapa orang mengibarkan bendera Ukraina dan yang lain mengibarkan bendera di bahu mereka.

Menurut Zelensky, sangat penting baginya untuk meluangkan waktu mengunjungi Kherson.

Hal ini dapat menunjukkan dukungan bagi penduduk yang mengalami sekitar delapan bulan pendudukan Rusia dan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka sudah menjadi bagian Ukraina.

Ditanya oleh wartawan soal rencana pasukan Ukraina mungkin maju selanjutnya, Zelensky hanya berkata: "Bukan Moskow … Kami tidak tertarik dengan wilayah negara lain."

Di saluran Telegram resminya, Zelensky memposting serangkaian gambar dari perjalanan tersebut, disertai dengan pesan sederhana "Kherson – Ukraina " dan "Pahlawan kami."

Baca juga: Disebut Berusaha Hapus Budaya Ukraina, Rusia Jarah Karya Seni Berharga di Museum Kherson

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

400 Kasus Kejahatan Perang di Kherson

Ratusan kasus kejahatan perang disebut ditemukan di wilayah Kherson yang belum lama ini ditinggalkan oleh pasukan militer Rusia.

Klaim ini disampaikan oleh pemerintah Ukraina.

Dikutip TribunWow dari bbc, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa aparat berwenang menemukan lebih dari 400 kasus kejahatan perang di Kherson.

Baca juga: Jokowi Tanggapi soal Aksi Delegasi Rusia hingga AS Saling Walk Out dalam Pertemuan G20

Zelensky juga menyatakan ditemukan mayat warga sipil dan tentara.

"Di wilayah Kherson, tentara Rusia meninggalkan kekejaman yang sama seperti di wilayah lain di negara kita, di mana mereka bisa masuk," ungkap Zelensky.

"Tanpa rasa ragu, kami akan menemukan dan mengadili setiap pembunuh," tegasnya.

Diketahui, Kherson adalah satu-satunya kota besar yang berhasil dikuasai oleh pasukan militer Rusia semenjak agresi dilakukan pada Februari 2022 lalu.

Setelah berhasil merebut Kherson, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat melakukan deklarasi Kherson sebagai bagian dari Rusia pada sebuah upacara di Kremlin, September lalu.

Meskipun pasukan militer Rusia telah mundur, masih ada rasa takut adanya tentara Rusia yang tinggal di Kherson menyamar menjadi warga sipil.

Zelensky sendiri menyatakan bahwa pemerintah Ukraina sedang berproses menahan para tentara Rusia dan tentara bayaran Rusia yang tertinggal di Kherson.

Sebagai informasi, pasukan Rusia telah mundur dari wilayah Kherson, Ukraina, di tepi kanan Sungai Dnipro pada hari Jumat (11/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, hal ini menjadi kekalahan militer terbesar Rusia sejak memulai invasinya pada Kamis (24/2/2022).

Pasalnya, kota pelabuhan Kherson, merupakan satu-satunya ibu kota regional Ukraina yang berhasil diduduki Rusia dalam pertempuran sengit selama hampir sembilan bulan.

Baca juga: Istrinya Tewas karena Misil Tentara Rusia, Pria Ukraina Jawab Begini jika Dapat Bicara ke Putin

Tidak seperti retret Rusia baru-baru ini di Ukraina timur, penarikan mundur pasukan dari Kherson tampaknya berlangsung dalam urutan yang relatif baik.

Lantaran Jembatan Antonivskyi di atas Dnipro diledakkan semalam, infanteri Rusia terlihat berjalan melintasi jembatan ponton pada dini hari.

"Hari ini adalah hari paling bahagia bagiku! Saya belum memejamkan mata selama 24 jam," kata seorang warga Kherson, dikutip The Moscow Times, Sabtu (12/11/2022).

"Tidak ada yang lebih baik daripada menonton Russkies berlutut."

Penarikan penuh pasukan Rusia terjadi kurang dari 48 jam setelah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memerintahkan mundur melalui siaran langsung televisi.(TribunWow.com)

Berita terkait lainnya

Tags:
RusiaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir PutinKherson
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved