Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pengakuan Warga Kherson yang Dikuasai Rusia, Ditakut-takuti Serangan Ukraina hingga Hidup Terasing

Penduduk Kherson membeberkan kondisi di wilayahnya yang hendak direbut kembali oleh Ukraina.

Olga MALTSEVA/AFP
Kondisi Kherson, Ukraina yang saat ini telah dikuasai oleh pasukan militer Rusia. Terbaru, warga Kherson ceritakan rasanya hidup di wilayah konflik, Minggu (7/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang penduduk di Kherson, Ukraina, membeberkan rasanya tinggal di wilayah yang kini dikuasai Rusia.

Dilansir TribunWow.com, warga yang enggan disebut namanya tersebut menuturkan bahwa pasukan Rusia telah menyerukan agar warga segera mengevakuasi diri.

Namun, ia enggan untuk pindah lantaran tahu bahwa pasukan Ukraina akan segera datang untuk membebaskan mereka.

Baca juga: Sinyal Ukraina Berhasil Desak Mundur Tentara Putin, Tak Ada Lagi Bendera Rusia Berkibar di Kherson

Seperti diceritakan pada The Guardian, Minggu (6/11/2022), warga tersebut merasa begitu besar perbedaan kotanya setelah dikuasai Rusia.

Kini, orang tidak akan berani sembarangan keluar rumah dan memilih bersembunyi di kediamannya masing-masing.

"Lebih dari delapan bulan setelah Kherson ditangkap oleh tentara Rusia, kota itu berat dan suram. Semuanya beku, tersembunyi. Setelah jam 3 sore, tidak ada orang di jalanan. Di pagi hari mereka pergi keluar untuk membeli bahan makanan dan kemudian mereka duduk di rumah," tutur warga tersebut.

Setelah invasi dilakukan oleh Rusia, warga yang tinggal di Kherson hanya tersisa sekitar 25 persen.

Suasana begitu sepi dan mencekam, sangat berbeda dengan kondisi sebelum perang.

"Ada beberapa warga sipil yang tersisa di Kherson sekarang. Saya pikir 25 persen sampai 30 persen. Saya tinggal di gedung bertingkat dengan 260 apartemen. Di malam hari, tidak lebih dari 20 jendela yang menyala. Sebelum perang, sekitar 350.000 orang tinggal di Kherson," tuturnya.

Ia juga mengaku melihat mobil Rusia berpatroli dengan pengeras suara untuk meminta penduduk segera mengungsi.

Namun, sejumlah orang tidak percaya dan memilih tetap bertahan di rumah mereka.

"Sebuah mobil dengan pengeras suara mengemudi di sekitar kota mendesak penduduk untuk pergi dan pesan teks dikirim pada malam hari. Tapi, seperti saya, banyak teman saya tetap tinggal. Kami membeli makanan dan menyimpan air. Kami tidak percaya pada evakuasi paksa. Orang-orang dikatakan dibawa ke daerah-daerah terpencil di Rusia, tetapi ini hanyalah rumor," ujarnya.

"Semua kenalan saya yang pro-Ukraina mengabaikan 'evakuasi' Rusia, yang terutama digunakan oleh kolaborator dan keluarga mereka, dan mereka yang takut dengan klaim palsu mereka bahwa Ukraina akan meledakkan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka dan menyerang Kherson."

"Saya percaya bahwa 'evakuasi' adalah deportasi sukarela dari penduduk. Pemerasan dan intimidasi orang digunakan. Orang-orang diangkut dengan perahu melintasi Dnieper, dan kemudian mereka diangkut dengan bus. Kami tidak tahu di mana orang-orang ini. Ada berbagai rumor."

Penampakan warga pro Rusia di Kherson yang mencoba pergi kabur seusai melihat tanda kekalahan pasukan militer Rusia melawan Ukraina.
Penampakan warga pro Rusia di Kherson yang mencoba pergi kabur seusai melihat tanda kekalahan pasukan militer Rusia melawan Ukraina. (YouTube The Sun)

Baca juga: Ukraina Makin Mendekat, Pejabat Rusia Peringatkan Warga Sipil untuk Segera Meninggalkan Kherson

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved