Konflik Rusia Vs Ukraina
Istrinya Tewas karena Misil Tentara Rusia, Pria Ukraina Jawab Begini jika Dapat Bicara ke Putin
Seorang pria di Ukraina kehilangan istri dan anak bayinya karena serangan misil tentara Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Duka mendalam masih dirasakan oleh Ivan Kalinina yang kehilangan dua orang tercintanya karena serangan pasukan militer Rusia.
Istri Ivan yang sedang hamil tua tewas seusai misil tentara Rusia menghancurkan rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina pada 9 Maret 2022 lalu.
Dikutip TribunWow dari bbc, seusai kehilangan istri dan anak bayinya dalam waktu yang sama, Ivan saat ini pergi meninggalkan negaranya ke Wales.
Baca juga: Mundur dari Kherson, Jubir Putin Tegaskan Rusia Masih Kuasai Wilayah Tersebut: Tidak Ada Perubahan
Ivan masih ingat betul bagaimana istrinya yakni Irina begitu bahagia akhirnya mengandung anak pertama.
"Kami telah menunggu kehadiran bayi ini untuk waktu yang lama," ujar Ivan.
Saat melihat foto Irina yang sekarat, Ivan mengaku sampai saat ini masih merasakan amarah dan rasa sakit yang begitu hebat.
Sebagai informasi, foto Irina sempat viral menampilkan Irina dengan perutnya yang begitu besar dibawa menggunakan tandu oleh lima orang dewasa mulai dari warga sipil dan tentara Ukraina.
Saat ditandu, terlihat satu tangan Irina memegangi perut hamilnya, sementara itu terlihat darah mengalir dari luka terbuka di bagian paha Irina.
Jika bisa mengirimkan pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Ivan mengaku akan bertanya kenapa.
"Saya akan berkata kepada dia (Putin), untuk apa?" ucap Ivan.
"Sepanjang hidup kami, kami berpikir bahwa orang Rusia adalah saudara kami. Dan dia begitu saja menyerang kami, dia membunuh kami, membunuh kerabat, teman, dan orang yang kami cintai," ucap Ivan.
"Untuk apa? Mengapa?" katanya.
Baca juga: Ada Campur Tangan Putin, Ini Tampilan Yandex saat Netizen Rusia Ingin Cari Tahu Konflik di Ukraina
Sementara itu, pasukan Ukraina mengklaim telah merebut kembali lebih dari 40 kota dan desa di selatan Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, hal ini dinyatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ketika Rusia memberi isyarat bahwa tentaranya mulai mundur dari wilayah strategis di Kherson.
Menurut Zelensky, bendera Ukraina telah berhasil dikibarkan di wilayah-wilayah yang sebelumnya dijajah Rusia.