Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mundur dari Kherson, Jubir Putin Tegaskan Rusia Masih Kuasai Wilayah Tersebut: Tidak Ada Perubahan

Pemerintah Rusia menyatakan bahwa Kherson masih menjadi bagian dari mereka meskipun pasukan milier Putin telah mundur dari wilayah tersebut.

YouTube Guardian News
Penampakan pasukan militer Rusia pergi meninggalkan Kherson, Ukraina, Jumat (11/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pada Jumat (11/11/2022) pagi waktu setempat, pasukan militer Rusia telah sepenuhnya mundur dari Kota Kherson di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sudah tidak ada lagi peralatan militer di Kherson seusai ditariknya pasukan Rusia dari daerah tersebut.

Dikutip TribunWow dari skynews, namun pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Kherson masih menjadi bagian dari Rusia.

Baca juga: Tolak Berdamai dengan Rusia, Jaksa Agung Ukraina Ingin Seret Putin dkk ke Pengadilan Internasional

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara pemerintahan Rusia, Dmitry Peskov.

"Ini (Kherson) adalah subjek dari Federasi Rusia - itu ditetapkan dan ditentukan secara hukum," kata Peskov.

"Tidak ada perubahan dan tidak akan ada perubahan."

Pasukan Ukraina sendiri mengklaim telah merebut kembali lebih dari 40 kota dan desa di selatan Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, hal ini dinyatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ketika Rusia memberi isyarat bahwa tentaranya mulai mundur dari wilayah strategis di Kherson.

Menurut Zelensky, bendera Ukraina telah berhasil dikibarkan di wilayah-wilayah yang sebelumnya dijajah Rusia.

"Hari ini kami mendapat kabar baik dari selatan," kata Zelensky dikutip The Moscow Times, Jumat (11/11/2022).

"Jumlah bendera Ukraina yang kembali ke tempat yang seharusnya sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sedang berlangsung sudah puluhan."

Zelensky mengatakan sekitar 41 pemukiman telah dibebaskan dari pendudukan Rusia.

Pasukan Ukraina selama berminggu-minggu telah merebut desa-desa dalam perjalanan ke kota Kherson di wilayah eponymous, di mana para pemimpin yang ditempatkan Kremlin telah menarik warga sipil dalam aksi yang disebut Kyiv sebagai deportasi ilegal.

Pengunduran diri itu akan menjadi kemunduran besar Rusia di wilayah yang diklaim telah dicaplok oleh pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved