Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tolak Berdamai dengan Rusia, Jaksa Agung Ukraina Ingin Seret Putin dkk ke Pengadilan Internasional

Jaksa Agung Ukraina menegaskan enggan berdamai dengan Rusia untuk menyelesaikan konflik yang kini terjadi.

YouTube United States Institute of Peace
Jaksa Agung Ukraina Andriy Kostin menyatakan enggan melakukan negosiasi damai dengan Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Statement tegas disampaikan oleh Jaksa Agung Ukraina Andriy Kostin terkait konflik yang terjadi antara negaranya dengan Rusia.

Kostin tegas menyatakan menolak adanya negosiasi damai dengan Rusia.

Dikutip TribunWow dari bbc, alih-alih berdamai dengan Rusia, Kostin justru ingin menyeret Presiden Rusia Vladimir Putin dan kroni-kroninya ke pengadilan internasional.

Baca juga: Disebut Berusaha Hapus Budaya Ukraina, Rusia Jarah Karya Seni Berharga di Museum Kherson

Kostin menyebut Rusia harus bertanggung jawab atas pecahnya konflik di Ukraina.

Menurut penjelasan Kostin, dalam pengadilan internasional nanti, ia meminta Rusia memperbaiki kerusakan akibat perang hingga penyitaan aset.

Kostin turut mengungkit bagaimana konflik Rusia-Ukraina juga berdampak kepada negara-negara lain di dunia.

"Orang-orang menderita karena agresi Putin ke Ukraina," ujar Kostin.

Kostin tak menampik bahwa negara-negara Eropa kini menderita karena terdampak konflik Rusia-Ukraina.

Namun ia menekankan bahwa Ukraina juga menderita bahkan harus berkorban nyawa.

"Saya kira isu melanjutkan negosiasi tidak mungkin," tegas Kostin.

Kostin meminta partisipasi dunia internasional untuk membantu mengumpulkan bukti dan saksi untuk menuntut Rusia secara hukum.

Sementara itu ahli menilai akan sulit bagi Ukraina untuk menyeret Rusia ke pengadilan internasional karena keduanya tidak menandatangani Statuta Roma yang menjadi dasar berdirinya Pengadilan Pidana Internasional.

Baca juga: Biden Dirumorkan Ogah Temui Pangeran Salman saat G20 di Bali Gara-gara Konflik Rusia-Ukraina

Seorang demonstran mengibarkan bendera nasional Rusia dan potret Presiden Vladimir Putin dalam perayaan ulang tahun ketiga pencaplokan Krimea oleh Rusia, di Sevastopol pada Maret 2017.
Seorang demonstran mengibarkan bendera nasional Rusia dan potret Presiden Vladimir Putin dalam perayaan ulang tahun ketiga pencaplokan Krimea oleh Rusia, di Sevastopol pada Maret 2017. (AFP/ Max Vetro)

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan aliansi NATO berpotensi ikut terlibat langsung memerangi Rusia bersama Ukraina.

Pemerintah Rusia mengaku sudah memperingatkan AS soal kemungkinan terjadinya skenario ini namun peringatan diabaikan oleh Amerika Serikat.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved