Konflik Rusia Vs Ukraina
Istrinya Tewas karena Misil Tentara Rusia, Pria Ukraina Jawab Begini jika Dapat Bicara ke Putin
Seorang pria di Ukraina kehilangan istri dan anak bayinya karena serangan misil tentara Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Hari ini kami mendapat kabar baik dari selatan," kata Zelensky dikutip The Moscow Times, Jumat (11/11/2022).
"Jumlah bendera Ukraina yang kembali ke tempat yang seharusnya sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sedang berlangsung sudah puluhan."
Zelensky mengatakan sekitar 41 pemukiman telah dibebaskan dari pendudukan Rusia.
Pasukan Ukraina selama berminggu-minggu telah merebut desa-desa dalam perjalanan ke kota Kherson di wilayah eponymous, di mana para pemimpin yang ditempatkan Kremlin telah menarik warga sipil dalam aksi yang disebut Kyiv sebagai deportasi ilegal.
Pengunduran diri itu akan menjadi kemunduran besar Rusia di wilayah yang diklaim telah dicaplok oleh pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tetapi para pejabat di Kyiv tetap waspada, dengan mengatakan Rusia tidak mungkin meninggalkan Kherson tanpa perlawanan.
Zelensky menduga Rusia bisa secara strategis berpura-pura mundur daripada benar-benar kehilangan wilayah jajahannya.

Baca juga: Bongkar Strategi Rusia, Ukraina Sebut Pasukan Putin Jarah Rumah di Kherson dan Pura-pura Jadi Warga
"Pada titik ini, kami tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal informasi tentang mundurnya pasukan Rusia dari Kherson," kata Oleksiy Gromov, staf umum angkatan bersenjata Ukraina, Kamis (10/11/2022).
Keraguan tersebut muncul lantaran Kherson merupakan wilayah yang sangat penting bagi Rusia.
Jika, wilayah Kherson kembali ke Ukraina, maka Rusia akan kehilangan akses penting ke Laut Azov.
Kemunduran itu juga akan memberi tekanan pada kendali Rusia atas sisa wilayah Kherson, yang membentuk jembatan darat dari Rusia ke Krimea, semenanjung yang dianeksasi Moskow pada 2014.
Baca juga: Pengakuan Warga Kherson yang Dikuasai Rusia, Ditakut-takuti Serangan Ukraina hingga Hidup Terasing
Ukraina Justru Makin Waspada
Seorang pejabat yang ditempatkan di Moskow di wilayah Kherson telah mengindikasikan pasukan Rusia mundur dari tepi barat sungai Dnieper.
Dilansir TribunWow.com, Amerika Serikat menyuarakan nada optimis tentang kemampuan Ukraina untuk merebut kembali kota selatan Kherson.
Namun, Kyiv justru lebih waspada karena menduga bahwa Rusia telah menyiapkan serangan kejutan untuk menjebak mereka.
Baca juga: Ukraina Makin Mendekat, Pejabat Rusia Peringatkan Warga Sipil untuk Segera Meninggalkan Kherson