Konflik Rusia Vs Ukraina
Ungkap Perbedaan Mariupol dan Severodonestk, Gubernur Ukraina Beberkan Serangan Dahsyat Rusia
Gubernur Luhanks Sergei Haidai menuturkan berdanya kondisi di Mariupol hingga ke Severodonetsk.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kondisi di Severodonetsk yang kini diduduki Rusia kerap dibandingkan dengan yang terjadi di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.
Namun Gubernur Luhanks, Sergey Haidai, mengungkapkan perbedaan yang mendasar dari kondisi di kedua kota tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Senin (27/6/22), Haidai menuturkan pihaknya telah menarik seluruh pasukan dari Severodonetsk.
Baca juga: Pukul Mundur Pasukan Ukraina, Rusia Akhirnya Berhasil Kuasai Severodonetsk, Apa Artinya bagi Kiev?
Keputusan itu terpaksa diambil lantaran Rusia terus saja melakukan serangan besar-besaran ke kota industri di timur Ukraina itu.
Untuk menyelamatkan pasukan dan karena telah kehilangan tempat perlindungan, maka militer Ukraina terpaksa menyerahkan kota ke tangan Rusia.
Mereka pun beralih ke kota kembarnya di Lysychansk yang kini turut beralih menjadi lokasi pertempuran.
"Ada serangan yang sangat serius dari tentara Rusia di kota Lysychansk. Serangan datang dari sisi yang berbeda," terang Haidai.
Ia menjelaskan kota ini terbentang secara geografis, dengan tanjakan, lereng, turunan.
"Ada zona industri, ada gedung-gedung tinggi, ini bukan Severodonetsk yang merupakan persegi empat kilo meter kali empat kilometer (2,5 mil kali 2,5 mil)." terang Haidai.

Baca juga: Galang Dana Lawan Pasukan Militer Rusia, Sekelompok Wanita Ukraina Jual Foto Tanpa Busana
Ia menerangkan bahwa pasukannya telah mengalami penyerangan besar-besaran saat mencoba bertahan.
Bahkan ketika mereka telah berpindah pun, pasukan Rusia terus mengejar.
"Ada sejumlah besar senjata yang dijatuhkan ke orang-orang. Baru hari ini, dalam satu hari, kota itu telah dibom lebih dari 150 kali. Ini hanya sebuah malapetaka," beber Haidai.
"Saat ini di Lysychansk, tentara Rusia sedang mencoba menerobos garis pertahanan atau memotongnya di Seversky (Seversky-Donets River) untuk mengepung Lysychansk."
Kondisi di Severodonetsk, di mana para prajurit dan warga sempat bersembunyi di pabrik kimia Azot kerap disamakan dengan insiden di Mariupol.
Di mana saat itu sejumlah tentara dan penduduk juga dibombardir pasukan Rusia saat bersembunyi di kawasan pabrik baja Azovtal.