Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ungkap Perbedaan Mariupol dan Severodonestk, Gubernur Ukraina Beberkan Serangan Dahsyat Rusia

Gubernur Luhanks Sergei Haidai menuturkan berdanya kondisi di Mariupol hingga ke Severodonetsk.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gudang makanan di Severodonetsk, Luhansk, Ukraina yang rusak karena serangan pasukan militer Rusia, 21 Maret 2022. Terbaru, Gubernur Luhansk Sergey Haidai ungkap bedanya insiden di Mariupol dan Severodonestk, Senin (27/6/2022). 

Intelijen Jerman telah memperingatkan bahwa pasukan Rusia dapat menghancurkan pertahanan Ukraina.

Tentara Presiden Rusia Vladimir Putin dapat segera merebut sisa wilayah Donbass dari pasukan Ukraina.

Bahkan, dikatakan bahwa perlawanan Kiev akan segera dipatahkan oleh Moskow dalam beberapa minggu ke depan.

Potret pasukan militer Ukraina di Donbas, 21 Mei 2022.
Potret pasukan militer Ukraina di Donbas, 21 Mei 2022. (AFP)

Baca juga: Isi Diary Gadis 12 Tahun di Ukraina, Bingung Tentara Rusia Menyerang padahal Punya Banyak Kesamaan

Dilansir TribunWow.com dari RT, Minggu (5/6/2022), klaim ini diungkap badan intelijen asing Jerman, BND, dalam sebuah laporan yang diterbitkan majalah Der Spiegel.

Outlet yang berbasis di Berlin itu mengutip briefing rahasia BND baru-baru ini yang mengatakan bahwa pihaknya khawatir bahwa perlawanan Ukraina bahkan dapat dipatahkan dalam empat hingga lima minggu ke depan.

"Analis BND telah mencatat bahwa sementara Rusia bergerak jauh lebih lambat daripada yang mereka lakukan di awal perang, mereka mampu menaklukkan sedikit wilayah setiap hari," tulis Der Spiegel.

BND berpikir mungkin saja pasukan Putin dapat membawa semua wilayah Donbas di bawah kendali mereka pada bulan Agustus.

Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa itu membuat perbedaan besar pada situasi di medan perang ketika senjata Jerman yang lebih berat dikirimkan.

Pasukan Rusia terus mendapatkan keuntungan di Donbas, menutup kota Severodonetsk dan mendorong pasukan Ukraina ke barat.

Berbicara menjelang pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht pada hari Jumat, Ruslan Stefanchuk, ketua parlemen Ukraina, mengatakan pasokan peralatan paling modern ke Ukraina dan pengambilan keputusan yang cepat tentang masalah ini akan membawa kemenangan bersama atas Rusia.

Di sisi lain, Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memasok Ukraina dengan senjata, karena meyakini bantuan itu hanya akan memperpanjang konflik.

Seperti diketahui, Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO.

Namun, Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Moskow dengan paksa.(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskySeverodonetskMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved