Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ungkap Perbedaan Mariupol dan Severodonestk, Gubernur Ukraina Beberkan Serangan Dahsyat Rusia

Gubernur Luhanks Sergei Haidai menuturkan berdanya kondisi di Mariupol hingga ke Severodonetsk.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gudang makanan di Severodonetsk, Luhansk, Ukraina yang rusak karena serangan pasukan militer Rusia, 21 Maret 2022. Terbaru, Gubernur Luhansk Sergey Haidai ungkap bedanya insiden di Mariupol dan Severodonestk, Senin (27/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Kondisi di Severodonetsk yang kini diduduki Rusia kerap dibandingkan dengan yang terjadi di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.

Namun Gubernur Luhanks, Sergey Haidai, mengungkapkan perbedaan yang mendasar dari kondisi di kedua kota tersebut.

Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Senin (27/6/22), Haidai menuturkan pihaknya telah menarik seluruh pasukan dari Severodonetsk.

Baca juga: Pukul Mundur Pasukan Ukraina, Rusia Akhirnya Berhasil Kuasai Severodonetsk, Apa Artinya bagi Kiev?

Keputusan itu terpaksa diambil lantaran Rusia terus saja melakukan serangan besar-besaran ke kota industri di timur Ukraina itu.

Untuk menyelamatkan pasukan dan karena telah kehilangan tempat perlindungan, maka militer Ukraina terpaksa menyerahkan kota ke tangan Rusia.

Mereka pun beralih ke kota kembarnya di Lysychansk yang kini turut beralih menjadi lokasi pertempuran.

"Ada serangan yang sangat serius dari tentara Rusia di kota Lysychansk. Serangan datang dari sisi yang berbeda," terang Haidai.

Ia menjelaskan kota ini terbentang secara geografis, dengan tanjakan, lereng, turunan.

"Ada zona industri, ada gedung-gedung tinggi, ini bukan Severodonetsk yang merupakan persegi empat kilo meter kali empat kilometer (2,5 mil kali 2,5 mil)." terang Haidai.

Penampakan serangan pasukan militer Rusia ke Severodonetsk, Ukraina.
Penampakan serangan pasukan militer Rusia ke Severodonetsk, Ukraina. (YouTube Al Jazeera English)

Baca juga: Galang Dana Lawan Pasukan Militer Rusia, Sekelompok Wanita Ukraina Jual Foto Tanpa Busana

Ia menerangkan bahwa pasukannya telah mengalami penyerangan besar-besaran saat mencoba bertahan.

Bahkan ketika mereka telah berpindah pun, pasukan Rusia terus mengejar.

"Ada sejumlah besar senjata yang dijatuhkan ke orang-orang. Baru hari ini, dalam satu hari, kota itu telah dibom lebih dari 150 kali. Ini hanya sebuah malapetaka," beber Haidai.

"Saat ini di Lysychansk, tentara Rusia sedang mencoba menerobos garis pertahanan atau memotongnya di Seversky (Seversky-Donets River) untuk mengepung Lysychansk."

Kondisi di Severodonetsk, di mana para prajurit dan warga sempat bersembunyi di pabrik kimia Azot kerap disamakan dengan insiden di Mariupol.

Di mana saat itu sejumlah tentara dan penduduk juga dibombardir pasukan Rusia saat bersembunyi di kawasan pabrik baja Azovtal.

Namun, Haidai menekankan bahwa Severodonestk memiliki perbedaan dengan Mariupol.

"Ukurannya berbeda. Mariupol adalah kota besar, Azovstal adalah kompleks industri besar dan ada tempat perlindungan bom kota bawah tanah. Tidak ada hal seperti itu di Azot. Ada beberapa tempat berteduh yang terpisah," jelas Haidai.

"Kedua, Mariupol dikepung tetapi Severodonetsk tidak, jadi selalu ada cara bagi kami untuk mendapatkan produk dan persediaan di sana."

Baca juga: Gubernur Luhansk Ungkap Alasan Ukraina Mundur dan Serahkan Severodonetsk ke Pasukan Rusia

Zelensky: Mereka Bertujuan Mengubah Semua Kota Jadi Mariupol

Wilayah Donbas, Ukraina saat ini tengah dihujani oleh serangan udara dan artileri pasukan militer Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini Rusia ingin mengubah semua kota di Ukraina jadi seperti Mariupol.

Dikutip TribunWow.com dari Theguardian.com, pernyataan ini disampaikan Zelensky dalam pidato rutin pada Rabu (22/6/2022) malam.

Baca juga: VIDEO - Serangan Rusia Diyakini akan Melambat karena Kehabisan Senjata & Pasukannya di Ukraina

"Mereka ingin menghancurkan seluruh Donbas secara bertahap," kata Zelensky.

"Lysychansk, Slovyansk, Kramatorsk, mereka bertujuan untuk mengubah seluruh kota jadi seperti Mariupol. Rusak total," ungkapnya.

Zelensky kemudian meminta bantuan senjata agar terjadi keseimbangan di medan perang.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan Ukraina menderita kekalahan yang signifikan terutama dalam sektor personil, senjata dan peralatan militer.

Dikutip TribunWow.com dari The Guardian, Ukraina disebut kehilangan dua jet tempur MiG-29, 1 helikopter Mi-8, serta 11 drone.

Rusia juga mengklaim telah menewaskan 480 prajurit Ukraina.

Selain itu, pasukan militer Rusia mengklaim telah berhasil menghancurkan pabrik baja di Kharkov menggunakan misil berakurasi tinggi.

Pabrik baja di Kharkov tersebut diketahui digunakan oleh pasukan militer Ukraina untuk memperbaiki dan merestorasi tank mereka.

Intelijen Jerman telah memperingatkan bahwa pasukan Rusia dapat menghancurkan pertahanan Ukraina.

Tentara Presiden Rusia Vladimir Putin dapat segera merebut sisa wilayah Donbass dari pasukan Ukraina.

Bahkan, dikatakan bahwa perlawanan Kiev akan segera dipatahkan oleh Moskow dalam beberapa minggu ke depan.

Potret pasukan militer Ukraina di Donbas, 21 Mei 2022.
Potret pasukan militer Ukraina di Donbas, 21 Mei 2022. (AFP)

Baca juga: Isi Diary Gadis 12 Tahun di Ukraina, Bingung Tentara Rusia Menyerang padahal Punya Banyak Kesamaan

Dilansir TribunWow.com dari RT, Minggu (5/6/2022), klaim ini diungkap badan intelijen asing Jerman, BND, dalam sebuah laporan yang diterbitkan majalah Der Spiegel.

Outlet yang berbasis di Berlin itu mengutip briefing rahasia BND baru-baru ini yang mengatakan bahwa pihaknya khawatir bahwa perlawanan Ukraina bahkan dapat dipatahkan dalam empat hingga lima minggu ke depan.

"Analis BND telah mencatat bahwa sementara Rusia bergerak jauh lebih lambat daripada yang mereka lakukan di awal perang, mereka mampu menaklukkan sedikit wilayah setiap hari," tulis Der Spiegel.

BND berpikir mungkin saja pasukan Putin dapat membawa semua wilayah Donbas di bawah kendali mereka pada bulan Agustus.

Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa itu membuat perbedaan besar pada situasi di medan perang ketika senjata Jerman yang lebih berat dikirimkan.

Pasukan Rusia terus mendapatkan keuntungan di Donbas, menutup kota Severodonetsk dan mendorong pasukan Ukraina ke barat.

Berbicara menjelang pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht pada hari Jumat, Ruslan Stefanchuk, ketua parlemen Ukraina, mengatakan pasokan peralatan paling modern ke Ukraina dan pengambilan keputusan yang cepat tentang masalah ini akan membawa kemenangan bersama atas Rusia.

Di sisi lain, Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memasok Ukraina dengan senjata, karena meyakini bantuan itu hanya akan memperpanjang konflik.

Seperti diketahui, Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO.

Namun, Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Moskow dengan paksa.(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskySeverodonetskMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved