Konflik Rusia Vs Ukraina
Gubernur Luhansk Ungkap Alasan Ukraina Mundur dan Serahkan Severodonetsk ke Pasukan Rusia
Gubernur Luhanks, Sergei Haidai menuturkan alasan pasukan Ukraina memilih mundur dari Severodonetsk.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pasukan Rusia telah menguasai kota Severodonetsk, Ukraina timur, di wilayah Luhansk Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Senin (27/6/2022), hal ini memberikan kemenangan signifikan bagi Presiden Vladimir Putin, empat bulan setelah ia memerintahkan pasukannya ke Ukraina.
Jatuhnya Severodonetsk pada hari Sabtu terjadi setelah kota strategis dengan populasi 100.000 sebelum perang itu, mengalami pengeboman berat selama berminggu-minggu.
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-117, Konflik Panas di Severodonestk hingga Krisis Global Meningkat
Pertempuran memuncak hingga Ukraina memutuskan untuk mundur setelah pertempuran jalanan di zona industri kota, di mana pejuang Ukraina telah bertahan selama berminggu-minggu di pabrik kimia Azot bersama dengan ratusan warga sipil.
Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, mengatakan pada hari Minggu (26/6/2022), bahwa pasukan Ukraina memutuskan untuk menarik diri dari Severodonetsk karena semua struktur pertahanan telah dibombardir dan dihancurkan.
"Sebuah keputusan dibuat untuk menarik pasukan kami karena, selama beberapa bulan, semua struktur pertahanan telah diserang, begitu banyak dan dihancurkan sehingga tidak ada gunanya bertahan di satu tempat," ujar Haidai.
"Kami hanya akan kehilangan banyak tentara. Jadi kami mundur, kami mundur dengan baik dan dengan cara yang terorganisir dan tanpa kehilangan satu pun pejuang."

Baca juga: Pukul Mundur Pasukan Ukraina, Rusia Akhirnya Berhasil Kuasai Severodonetsk, Apa Artinya bagi Kiev?
Sekarang pertempuran telah berpindah dari Severodonetsk ke kota kembarnya Lysychansk, di seberang Sungai Seversky-Donets, satu-satunya kota di Luhansk yang masih berada di tangan Ukraina.
Jika Rusia mengambil Lysychansk, pasukan itu akan mengontrol seluruh Luhansk, yang bersama-sama dengan wilayah Donetsk membentuk apa yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas.
“Kami akan menahan [Lysychansk] selama mungkin,” kata Haidai.
“Jika tidak ada kerugian besar, kami akan menahannya.”
Dia menambahkan bahwa Rusia tidak mungkin mengakhiri perang bahkan jika mereka merebut seluruh wilayah Donbas.
“Hanya tekanan besar yang bisa menghentikan Putin,” beber Haidai.
Baca juga: Kadyrov Dukung Hukuman Mati untuk 3 Tentara Asing di Ukraina, Beri Pesan untuk Para Prajurit Bayaran
Rusia Serentak Menyerang dari 9 Arah
Rusia dikabarkan memulai serangan besar-besaran dari sembilan arah di wilayah Luhanks, Ukraina.