Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-117, Konflik Panas di Severodonestk hingga Krisis Global Meningkat

Memasuki hari ke-117 invasi Rusia ke Ukraina, tentara Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya berada di atas angin.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Aris Messinis/AFP
Warga Irpin, Ukraina membawa bayinya saat kabur dari serangan pasukan militer Rusia, 7 Maret 2022. Terbaru, berikut rangkuman invasi Rusia ke Ukraina hari ke-117, Senin (20/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Memasuki hari ke-117 invasi Rusia ke Ukraina, tentara Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya berada di atas angin.

Sejumlah wilayah Ukraina di Severodonestk, Luhanks, dikabarkan telah berhasil dikuasai sementara peperangan terus berlanjut.

Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, berikut rangkuman perkembangan invasi Rusia ke Ukraina hari ke-117, Senin (20/6/2022).

Potret pasukan militer Rusia Maret 2022.
Potret pasukan militer Rusia Maret 2022. (AFP/Kementerian Pertahanan Rusia)

Baca juga: Rusia Mulai Tarik Upeti dari Wilayah Ukraina yang Diduduki, Tiap Orang Diminta Bayar Rp 3,6 Juta

Baca juga: Inggris Khawatir Ada 50 Mata-mata Rusia Berbaur di Masyarakat, Diutus Putin Selidiki Hal Berikut

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dia memperkirakan Rusia akan mengintensifkan serangan terhadap Ukraina.

Selain itu, Putin mungkin menyerang negara-negara Eropa lainnya setelah Komisi Eropa mengusulkannya sebagai calon anggota Uni Eropa.

"Jelas, minggu ini kita memperkirakan Rusia mengintensifkan aktivitas permusuhannya," kata Zelensky dalam pidato rutinnya.

"Dan tidak hanya melawan Ukraina, tetapi juga melawan negara-negara Eropa lainnya. Kami sedang mempersiapkan. Kami siap. Kami memperingatkan para sekutu."

Namun, The New York Times mengidentifikasi lebih dari 2.000 amunisi yang digunakan oleh pasukan Rusia di Ukraina, sebagian besar tidak terarah.

Menurut surat kabar itu, lebih dari 210 senjata yang diidentifikasi adalah jenis yang telah dilarang secara luas di bawah berbagai perjanjian internasional.

Sementara itu, pasukan Ukraina tetap bertahan di wilayah Donbas timur, di mana pertempuran berlanjut di Severodonestsk.

Serhiy Haidai, gubernur wilayah Luhansk, mengatakan Rusia mengerahkan pasukan dalam upaya untuk mengambil kendali penuh atas kota itu setelah berminggu-minggu pertempuran.

Tetapi ia menegaskan bahwa semua klaim Rusia bahwa mereka sudah mengendalikan kota itu hanyalah kebohongan.

"Mereka mengendalikan bagian utama kota tetapi tidak seluruh kota," kata Haidai kepada televisi Ukraina.

Di sisi lain, Parlemen Ukraina memberikan suara melalui dua undang-undang pada hari Minggu yang akan memberlakukan pembatasan ketat pada buku dan musik Rusia.

Undang-undang yang diusulkan itu akan melarang pencetakan buku oleh warga Rusia, melarang impor komersial buku yang dicetak di Rusia dan melarang pemutaran musik oleh warga Rusia pasca-1991 di media dan transportasi umum dalam upaya terbaru untuk memutuskan ikatan budaya antara kedua negara.

Baca juga: Maju ke Wilayah Perang, Zelensky Adakan Kunjungan Tiba-tiba ke Kota Ukraina yang Disasar Rusia

Baca juga: Bayar Aktor Rp 370 Ribu, Intelijen Ukraina Siapkan Rekayasa Tentara Rusia Bakar Rumah Warga Sipil

Halaman
12
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskySeverodonetsk
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved