Konflik Rusia Vs Ukraina
Ada Campur Tangan Putin, Ini Tampilan Yandex saat Netizen Rusia Ingin Cari Tahu Konflik di Ukraina
Pemerintah Rusia dituding ikut campur tangan menghalangi kebebasan masyarakatnya untuk mencari tahu informasi, khususnya soal konflik di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah sumber mengungkapkan bagaimana masyarakat Rusia saat ini sulit untuk mencari informasi ataupun berita yang netral terkait konflik di Ukraina.
Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin dituding ikut campur tangan mengintervensi masyarakat dalam penggunaan internet, khususnya mesin pencarian.
Dikutip TribunWow dari bbc, mesin pencarian Rusia yang populer yakni Yandex, menampilkan informasi yang begitu berbeda jika dibandingkan dengan Google.
Baca juga: Disebut Berusaha Hapus Budaya Ukraina, Rusia Jarah Karya Seni Berharga di Museum Kherson
Mantan manajer Yandex, Lev Gershenzon menjelaskan, dirinya pernah mencoba mencari tahu soal serangan misil Rusia di Kremenchuk pada Juni 2022 lalu yang menewaskan 20 orang.
Gershenzon menjelaskan, saat ia mencoba mencari tahu informasi tersebut di Yandex, info yang keluar justru sebuah blog yang penulisnya tak jelas berisikan narasi bahwa serangan di Kremenchuk adalah palsu.
Pengawas hak digital, Roskomsvoboda menyebut ada sebanyak 7 ribu website di Rusia yang diblokir di enam bulan pertama konflik.
Media independen dan kelompok hak asasi manusia juga termasuk dari korban pemblokiran pemerintah Rusia.
Tim BBC sendiri juga sempat melakukan investigasi mencoba membandingkan aplikasi Yandex dan Google saat mencari informasi soal konflik di Ukraina.
Saat melakukan investigasi, tim BBC menggunakan VPN agar seolah-olah sedang browsing dari Rusia.
Ketika menulis kata kunci Bucha, Yandex menampilkan bagaimana insiden di Bucha adalah skenario hingga hoaks karangan Ukraina.
Namun saat kata kunci Bucha ditulis di Google, ditampilkan informasi terkait kejahatan tentara Rusia yang dilakukan di Bucha.
Baca juga: Biden Dirumorkan Ogah Temui Pangeran Salman saat G20 di Bali Gara-gara Konflik Rusia-Ukraina
Penampakan Berita Konflik Ukraina di Koran Rusia
Akses masyarakat Rusia ke informasi di dunia maya saat ini tengah dibatasi oleh pemerintah terutama setelah Meta (perusahaan yang membawahi Facebook hingga Instagram) diblokir di Rusia.
Sejumlah media independen di Rusia juga telah berhenti merilis berita pasca terjadinya konflik Rusia dan Ukraina.
Di sisi lain media pro pemerintah Rusia masih terus memberitakan tentang perkembangan konflik Rusia-Ukraina.
Baca juga: Media Pro Pemerintah Rusia Ngaku Kena Hack seusai Beritakan Informasi Ini soal Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2le-saat-menggali-informasi-soal-konflik-di-ukraina.jpg)