Breaking News:

Terkini Internasional

Sebut AS, Korea Utara Sempat Beri Peringatan Sehari sebelum Kirim Rudal ke Korea Selatan

Korea Utara rupanya sudah memberikan peringatan sehari sebelum mengirim rudal ke Korea Selatan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP/KCNA via KNS
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Terbaru, Korea Utara sempat memberikan peringatan sebelum mengirim rudal ke lepas pantai Korea Selatan, Selasa (2/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Korea Utara meluncurkan rudal yang mendarat di wilayah Korea Selatan untuk pertama kalinya.

Dilansir TribunWow.com, tindakan tersebut segera direspon oleh Korea Selatan dengan balas menembakkan rudal.

Namun rupanya, sinyal dari ancaman ini telah diungkap oleh pihak kementerian luar negeri Korea Utara sehari sebelumnya.

Baca juga: Korea Selatan Jadikan Itaewon Zona Bencana Spesial pasca Tragedi Halloween, Ini Efeknya

Peringatan dari Korea Utara tersebut justru ditujukan pada Amerika Serikat (AS) yang pada Senin (31/11/2022), menggelar latihan militer dengan Korea Selatan.

Kim Jong Un berjanji akan melakukan tindak lanjut yang 'kuat' jika latihan militer itu tidak dihentikan.

Diketahui, AS dan Korsel pada memulai latihan udara militer gabungan terbesar mereka, yang rencananya akan berakhir pada hari Jumat.

Padahal Korea Utara justru lebih dulu meluncurkan serangkaian rudal dalam beberapa pekan terakhir.

Aksi ini mengikuti laporan intelijen bahwa Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba senjata nuklir pertamanya sejak 2017.

"Jika AS terus-menerus melakukan provokasi militer yang serius, (Korea Utara) akan mempertimbangkan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih kuat," kata kementerian luar negeri Korea Utara dikutip bbc.com, Selasa (1/11/2022).

"Jika (AS) tidak ingin ada perkembangan serius yang tidak sesuai dengan kepentingan keamanannya, ia harus segera menghentikan latihan perang yang tidak berguna dan tidak efektif. Jika tidak, ia harus bertanggung jawab sepenuhnya atas semua konsekuensinya."

Ilustrasi Rudal.
Ilustrasi Rudal. (Tangkapan Layar Tribunnews.com)

Baca juga: Korea Utara Tuding Ada Benda Asing di Perbatasan Korea Selatan yang Akibatkan Peningkatan Covid-19

Latihan militer saat ini, yang disebut Vigilant Storm, melibatkan ratusan pesawat yang melakukan serangan tiruan 24 jam sehari.

Awal Oktober, Washington mengerahkan kapal induk bertenaga nuklirnya USS Ronald Reagan di dekat Semenanjung Korea.

Langkah ini secara luas dilihat sebagai peringatan ke Utara, sementara kapal induk itu mengambil bagian dalam putaran latihan angkatan laut.

Seoul mengatakan pengerahan itu menunjukkan kebulatan tekad Aliansi Korea Selatan-AS untuk menanggapi dengan tegas setiap provokasi Korea Utara.

Maskapai tersebut saat ini sedang melakukan operasi penerbangan di laut Filipina.

Halaman
123
Tags:
Amerika SerikatKorea UtaraKorea SelatanRudalKim Jong Un
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved