Breaking News:

Terkini Internasional

Rebut Wilayah Kekuasaan Putin, Ukraina Berencana Saring Warga Sipil di Kharkiv demi Cari Pengkhianat

Pemerintah Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali sebuah kota di Kharkiv dari pasukan militer Rusia.

YouTube The Telegraph
Tentara Ukraina menceritakan bagaimana mereka merebut Balakleya, Kharkiv dari kekuasaan pasukan militer Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Minggu ini Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali daerahnya yang tadi sempat dikuasai oleh pasukan militer Rusia.

Daerah tersebut adalah Kota Balakleya, Kharkiv.

Dikutip TribunWow dari rt, seusai merebut kota tersebut, Biro Investigasi Negara Ukraina berencana melakukan filtering atau penyaringan warga sipil yang tinggal di sana.

Baca juga: Rusia Tuding Barat Manfaatkan Ukraina untuk Berkonspirasi Melakukan Skema Korupsi Global

Pemerintah Ukraina khawatir ada warga yang kini dapat mengancam keamanan Ukraina.

"Tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk mencegah kegiatan subversif Rusia dan sekutunya," jelas Biro Investigasi Ukraina.

Lewat proses penyaringan ini, pemerintah Ukraina berharap dapat menguak siapa warga yang menjadi pengkhianat membantu Rusia.

Wali Kota Balakleya sendiri telah ditetapkan sebagai pengkhianat oleh pemerintah Ukraina pada April 2022 atas tuduhan bekerja sama dengan pasukan militer Rusia.

Sebelumnya diberitakan, pejabat pemerintahan lokal di Kota Staryi Saltiv bernama Eduard Konovalov ditangkap oleh pasukan elit dan agen intelijen Ukraina atas tuduhan pengkhianatan.

Konovalov dituduh secara sukarela memihak ke musuh ketika pasukan militer Rusia melakukan invasi.

Tuduhan pengkhianatan Konovalov disampaikan oleh Gubernur Kharkiv, Oleh Syniegubov.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Konovalov diketahui menjabat sebagai ketua dewan lokal.

Pada saat pasukan militer Rusia datang menyerang, Konovalov dituding menyediakan rumah untuk ditempati tentara Rusia, bahkan menghasut agar warga setempat tidak memusuhi pasukan yang dikirimkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut.

Para pengkhianat ini diketahui dapat dituntut hukuman penjara seumur hidup atas kasus pengkhianatan di saat darurat militer.

Kepala Jaksa di Kharkiv, Olexandr Filchakov menjelaskan, pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa warga Ukraina berujung pada penyiksaan dan pembunuhan tentara Ukraina.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved