Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kesaksian Pengumpul Mayat di Kota Bucha Ukraina, Ungkap Kengerian Kondisi Mayat yang Ditinggal Rusia

Serhij Matuyk, seorang pengumpul jenazah di kota Bucha, Ukraina, melukiskan kondisi mengenaskan dari mayat yang ditemukannya.

YouTube Sky News
Pengurus mayat Serhij Matuyk berdiri di belakang tumpukan jenazah yang dikumpulkannya di kota Bucha, Ukraina, Selasa (5/4/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Serhij Matuyk, seorang pengumpul jenazah di kota Bucha, Ukraina, melukiskan kondisi mengenaskan dari mayat yang ditemukannya.

Sambil mengutuk Rusia, Serhij Matuyk mengaku melihat langsung sisa kekejaman pasukan Presiden Vladimir Putin itu.

Ia mengaku telah mengangkut puluhan bahkan ratusan mayat yang kondisinya belum pernah disaksikan sebelumnya.

Serhij Matuyk yang bertugas mengambil dan mengubur mayat di kota Bucha, Ukraina membeberkan kengerian sisa perang yang ditinggalkan oleh pasukan Rusia, Selasa (5/4/2022).
Serhij Matuyk yang bertugas mengambil dan mengubur mayat di kota Bucha, Ukraina membeberkan kengerian sisa perang yang ditinggalkan oleh pasukan Rusia, Selasa (5/4/2022). (YouTube Sky News)

Baca juga: Bantah Bantai Warga Sipil Ukraina, Rusia Soroti Keanehan Mayat-mayat di Bucha: Belum Kaku

Baca juga: Gambar Satelit Patahkan Tuduhan Rusia soal Rekayasa Mayat di Bucha, Sudah Dibiarkan Berminggu-minggu

Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Selasa (5/4/2022), mengenakan sarung tangan plastik dan masker wajah, Serhij Matuyk telah melihat kengerian yang tak terlukiskan selama sebulan terakhir.

Tugasnya adalah mengambil dan mengubur mayat di kota Bucha di Ukraina di mana bukti telah muncul tentang kemungkinan kejahatan perang oleh pasukan Rusia.

"Mereka b******s," katanya, berdiri di samping sebuah van putih besar, menunggu untuk memuat mayat lima orang lagi ke belakangnya.

Pasukan Rusia telah mengubahnya kamp liburan anak-anak menjadi pangkalan sementara.

Di ruang bawah tanahnya, telah ditemukan mayat-mayat berlumuran darah yang empat di antaranya tewas dengan tangan terikat di belakang.

"Tentara Rusia dan presiden mereka adalah tiran", kutuk Serhij Matuyk.

"Siapa pun yang setuju dan melakukan perang ini, mereka tidak manusiawi."

Ia menambahkan sekitar 300 mayat warga sipil telah ditemukan di Bucha sejak pasukan Rusia menguasai kota yang berada sekitar 16 mil barat laut Kiev.

Dia memperkirakan lebih banyak kengerian akan ditemukan.

Menurut Serhij Matuyk, sebagian besar korban adalah laki-laki, tetapi dia memperkirakan sekitar 30% adalah perempuan dan anak-anak.

"Selama penyerangan terburuk, ada banyak mayat dan kami mengubur mereka di kuburan massal," kata Serhij Matuyk.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved