Konflik Rusia Vs Ukraina
Bantah Bantai Warga Sipil Ukraina, Rusia Soroti Keanehan Mayat-mayat di Bucha: Belum Kaku
Pemerintah Rusia menolak telah melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina yang video dan fotonya viral.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari ini publik digegerkan oleh beredarnya foto dan video menampilkan jasad manusia bertebaran di sebuah jalan di Kota Bucha, Ukraina.
Mayat-mayat manusia itu disebut merupakan warga sipil Ukraina korban serangan pasukan militer Rusia.
Menanggapi insiden ini, pemerintah Rusia tegas membantah telah melakukan pembantaian.
Baca juga: Kondisi RS Bersalin Korban Serangan Rusia, Bayi Mental ke Tembok hingga Ibu Hamil Teriak Ingin Mati
Baca juga: Gambaran Mengerikan Kota Bucha setelah Rusia Mundur, Mayat Bergelimpangan dengan Kondisi Mengenaskan
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pemerintah Rusia kemudian menyoroti sejumlah kejanggalan dalam insiden ini.
Pemerintah Rusia menuding insiden ini justru dirancang oleh pemerintah Ukraina dan diamplifikasi oleh media-media barat.
Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan, pasukan militer Rusia telah menarik tentara mereka dari Bucha pada 30 Maret 2022.
Kemudian jasad-jasad manusia yang diklaim sebagai warga sipil baru muncul empat hari sesudah tentara Rusia mundur.
Seperti yang diketahui, informasi ditemukannya jasad-jasad manusia di Bucha pertama kali diumumkan oleh badan intelijen Ukraina.
"Seluruh foto dan video yang dipublikasikan oleh rezim Ukraina, berusaha menunjukkan kejahatan yang dilakukan oleh tentara Rusia di Bucha, Kiev, hanyalah bentuk provokasi," jelas Kemenhan Rusia.
Kemenhan Rusia juga mengungkit pernyataan Walikota Bucha Anatoly Fedoruk yang sempat menjelaskan bahwa per 31 Maret 2022 kemarin sudah tidak ada pasukan militer Rusia di Bucha.
Keanehan selanjutnya yang disoroti oleh Kemenhan Rusia adalah kondisi fisik para mayat.
Menurut keterangan dari Kemenhan Rusia, para mayat tersebut masih mengeluarkan darah segar dari luka, belum kaku, hingga belum menunjukkan tanda-tanda pembusukkan.
Kemenhan Rusia menegaskan insiden tersebut merupakan sebuah provokasi yang dirancang oleh rezim Kiev yang kemudian dikonsumsi mentah-mentah oleh media-media barat.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta dunia internasional merespons pembantaian yang terjadi di Kota Bucha yang diketahui berada di dekat Kyiv.
"Pasukan Rusia bertujuan untuk menghabisi warga Ukraina sebanyak yang mereka bisa," ujar Kuleba lewat akun media sosialnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5asad-warga-sipil-dibiarkan-dalam-kondisi-berserakan-terbuka-di-jalan-raya.jpg)