Breaking News:

Terkini Daerah

Simpang Siur Status Nurhayati, Kepala BPD Beri Kesaksian Berlawanan dari Tudingan Kepolisian

Lukman Nurhakim, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerangkan status Nurhayati.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun Jabar/Istimewa
Bendahara Desa Citemu, Cirebon, Jawa Barat, Nurhayati saat mengungkapkan kekecewaannya terkait penetapan tersangka kasus korupsi dana desa di Cirebon, Sabtu (19/2/2022). Kepala BPD Citemu tuturkan peran Nurhayati sebenarnya. 

TRIBUNWOW.COM - Lukman Nurhakim, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerangkan status Nurhayati, sang bendahara desa.

Menurut Lukman, Nurhayati benar adalah sosok pembongkar kasus korupsi kepala desa Citemu, Supriyadi.

Namun kini Nurhayati justru diamankan lantaran diduga terlibat tindakan melanggar hukum tersebut.

Ilustrasi korupsi
Ilustrasi korupsi (Shutterstock)

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Nurhayati, Pelapor Dugaan Korupsi yang Ikut Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca juga: Laporkan Dugaan Korupsi Atasan Malah Dipecat, Pria Ini Mau Jual Ginjal demi Biaya ke Pengadilan

Dilansir KOMPASTV, Selasa (22/2/2022), Lukman membantah keras keterlibatan Nurhayati.

Ia menekankan bahwa kasus tersebut terbongkar akibat jerih payah dan kerja keras sang bendahara.

Karena Nurhayati dan bukti-bukti yang dibawanya, pihak BPD bisa melakukan pelaporan ke polisi hingga Supriyani kini ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait status Nurhayati yang ditetapkan sebagai saksi dan diduga terlibat, Lukman memiliki dugaan sendiri.

Kepala BPD tersebut menerangkan bahwa Nurhayati hanya menjalankan tugas sesuai kewajibannya.

"Kalau hanya dia itu mencairkan-mencairkan, itu memang tugasnya," kata Lukman.

"Dia itu melaporkan itu karena sudah luar biasa tindak korupsinya."

Lukman menekankan bahwa Nurhayati sama sekali tak ikut menikmati hasil kejahatan sang kepala desa.

Ia hanya menjalankan tugas seperti yang diminta atasan dan tidak bisa membuat pembukuan sesuai aturan yang seharusnya.

"Saya bilang, keikutsertaannya menikmati enggak Bu Nurhayati? Kan dia tidak menikmati," ujar Lukman.

"Dia itu bekerja sesuai porsinya saja. Dia melawan dengan apa? Kwitansi."

"Dia mau bikin pembukuan seperti apa orang uangnya saja diambil sama Pak Supriyadi."

Baca juga: Nurhayati Pelapor Korupsi Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Fakta Lain: Telah Memperkaya Supriyadi

Baca juga: Fakta Kasus Nurhayati, Laporkan Kades di Cirebon Korupsi hingga Ikut Ditetapkan Jadi Tersangka

Halaman
123
Tags:
NurhayatiCirebonJawa BaratKorupsiKepala Desa (kades)Polisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved