Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Nasib Yayasan Bina Pretasi Milik Yosef sejak Kasus Pembunuhan di Subang, Lihat Kondisi Terkininya

Pengacara Yosef mengungkapkan kondisi Yayasan Bina Prestasi semenjak kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Jabar/Dwiki MV
Kondisi sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, ternyata berdampak pada Yayasan Bina Prestasi Nasional yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Nasib yayasan sekolahan milik Yosef yang dikelola keluarganya, termasuk kedua korban pembunuhan itu kini terbengkalai.

Diketahui, yayasan tersebut semakin tak terurus sejak kasus pembunuhan Tuti Suhartini (54) dan Amalia Mustika Ratu (23) pada 18 Agustus 2021 silam.

Sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021).
Sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Baca juga: Konten Dinilai Menyudutkan, YouTuber Lokal Dilaporkan Keluarga Korban Kasus Subang ke Polda Jabar

Dalam organisasi yayasan tersebut, Tuti diketahui menjabat sebagai bendahara.

Sementara, Amalia menjabat sebagai sekertaris dari yayasan milik ayahnya tersebut

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengatakan, yayasan milik keluarga itu mengalami hambatan sejak tragedi berdarah di Jalancagak.

Hambatan itu terutama saat akan melalukan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Persiapan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) tidak bisa dilakukan, karena ada masalah ini, para pengurus yayasan diperiksa juga, ini pasti berdampak," ujar Rohman dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Kamis (14/10/2021).

Dikatakan Rohman, yayasan sebenarnya tidak terkait apapun dengan peristiwa pembunuhan Tuti dan Amalia

"Menurut keluarga, yayasan ini tidak menjadi masalah, proses PTM harusnya bisa berjalan. Selama ini masih daring, persiapan PTM tidak bisa dilakukan, karena yayasan bersatu dengan TKP," katanya.

Baca juga: Geram Kasus Pembunuhan di Subang Dikaitkan dengan Hal Mistis, Pengacara Yosef: Itu Berbahaya

Baca juga: Hampir 2 Bulan Kasus Pembunuhan di Subang, Begini Kondisi Terbaru Yayasan Tempat 2 Korban Bekerja

Jika kasus itu semakin berlarut-larut, maka PTM di yayasan milik Yosef bakal terus molor.

Rohman menjelaskan, Yosef berharap pelaku dari pembunuhan di Subang itu segera terungkap.

"Keluarga dari kemarin sudah menyampaikan ingin segera pelakunya terungkap, karena harus ada kepastian. Kalau sudah ada tersangkanya, beban dia pun tidak terlalu berat, sudah kehilangan anak dan istri, ini tidak mudah," ucapnya.

Kondisi Terkini di Lapangan

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lapangan pada Kamis (14/10/2021), terlihat tidak ada sama sekali aktivitas siswa maupun siswi di yayasan tersebut.

Tidak tampak proses belajar mengajar secara langsung di sekolah tersebut.

Bahkan, gerbang yayasan tersebut juga terlihat masih digembok.

Ruangan kelas pun tertutup rapat.

Bukan hanya itu, rumput-rumput liar terlihat tumbuh menjulang.

Suasana tidak terawat pun dirasakan di tempat tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved