Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Hampir 2 Bulan Kasus Pembunuhan di Subang, Begini Kondisi Terbaru Yayasan Tempat 2 Korban Bekerja

Kasus pembunuhan di Subang sudah berlalu hampir dua bulan dan yayasan tempat kedua korban bekerja belum melaksanakan PTM, kini terlihat terbengkalai.

Tribun Jabar/Dwiki MV
Sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat sudah bergulir selama hampir dua bulan sejak terkuak pada 18 Agustus lalu.

Tak hanya rumah kedua korban, yakni Tuti Suhartini (56) dan Amalia Mustika Ratu (23), yang terlihat sepi karena masih dibatasi garis polisi.

Tetapi, Yayasan Bina Prestasi Nasional yang menjadi tempat Tuti dan Amalia bekerja, juga terlihat terbengkalai, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id.

Kondisi sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021).
Kondisi sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Baca juga: Yayasan Bermasalah karena Kasus Subang, Yosef Ingin Pelaku Ditangkap, Pengacara: Ini Tak Mudah

Baca juga: Konten Mistis Kasus Subang Disebut Berbahaya, Kuasa Hukum: Jangan Dihubungkan dengan Perkara

Diketahui, yayasan yang terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Subang, Jawa Barat itu dimiliki oleh Yosef, suami Tuti sekaligus ayah Amalia.

Tuti bekerja sebagai bendahara yayasan.

Sementara Amalia, memegang posisi sebagai sekretaris.

Anak laki-laki Tuti dan Yosef, Yoris, juga diketahui menjadi salah satu pengelola dan menjabat sebagai ketua yayasan.

Berdasarkan pantauan Tribun di lapangan pada Kamis (14/10/2021), tidak terlihat aktivitas dari siswa mau pun siswi di Yayasan Bina Prestasi Nasional yang bergerak di bidang pendidikan itu.

Proses belajar mengajar secara langsung di sekolah belum dilakukan dan bahkan gerbang yayasan masih digembok.

Di sisi lain, ruang kelas juga masih terlihat tertutup dan rumput liar tumbuh tinggi di sekeliling gedung yayasan.

Kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti dan Amalia serta akrab disebut kasus Subang itu terkuak sejak 18 Agustus lalu.

Jasad keduanya ditemukan bertumpuk di dalam bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya di Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat.

Meski sudah bergulir hampir dua bulan, pelaku yang bertanggung jawab belum juga ditemukan.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk bisa segera mengungkap kasus tersebut.

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, menyatakan sejak kasus Subang bergulir, yayasan milik keluarga kliennya itu mengalami hambatan.

Terutama terkait persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Persiapan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) tidak bisa dilakukan, karena ada masalah ini, para pengurus yayasan diperiksa juga, ini pasti berdampak," ujar Rohman, saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Rohman mengaku tidak ada masalah yang dikaitkan dengan yayasan terhadap peristiwa pembunuhan Tuti dan Amalia.

"Menurut keluarga, yayasan ini tidak menjadi masalah, proses PTM harusnya bisa berjalan. Selama ini masih daring, persiapan PTM tidak bisa dilakukan, karena yayasan bersatu dengan TKP," katanya.

Baca juga: Yosef dan Mimin Disudutkan Lewat Koten YouTube terkait Pembunuhan Subang, Pengacara: Kami akan Lapor

Baca juga: Pembuat Konten Sudutkan Yosef di Kasus Subang Terancam UU ITE, Pengacara: Sedang Dianalisa Polda

Meskipun begitu, jika kasus pembunuhan ibu dan anak itu tidak segera terselesaikan, pelaksanaan PTM di yayasan juga akan terus diundur.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved