Breaking News:

Virus Corona

Tips Isolasi Mandiri: Kenali 4 Teknik Latihan Pernapasan untuk Pasien dan Penyintas Covid-19

Latihan pernapasan merupakan olahraga yang disarankan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
PharmEasy.com
Ilustrasi latihan pernapasan. Kenali berbagai teknik latihan pernapasan untuk isolasi mandiri. 

TRIBUNWOW.COM - Latihan pernapasan merupakan olahraga yang disarankan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. 

Bahkan bagi pasien Covid-19 yang baru sembuh latihan ini juga bisa membantu untuk pemulihan. 

Melakukan latihan pernapasan dengan rutin dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan menjaganya tetap sehat. 

Dilansir dari Healthline, dijelaskan bahwa bagi pasien Covid-19, melakukan latihan pernapasan disebut bisa meredakan gejala yang berkaitan dengan saluran pernapasan. 

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dilakukan setelah Jalani Isolasi Mandiri dan Sembuh dari Covid-19 Menurut Dokter

Baca juga: Kenali 9 Minuman Enak dan Menyehatkan yang Bisa Dicoba saat Isolasi Mandiri Covid-19

Selain itu, melakukannya juga dipercaya dapat mengurangi stres yang mungkin dirasakan selama menjalani isolasi mandiri.

Seperti diketahui, peradangan di paru-paru dan saluran udara adalah gejala umum yang membuat sulit bernapas.

Gejala-gejala ini dapat dialami pasien Covid-19 baik dengan derajat gejala ringan, sedang, atau berat.

Terlebih orang yang sakit parah akibat Covid-19, mereka bisa mengalami pneumonia yang menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan dan lendir.

Itu membuatnya semakin sulit untuk bernapas dan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Latihan pernapasan adalah cara untuk melatih tubuh mendapatkan oksigen jauh ke dalam paru-paru.

Proses tersebutlah yang membantu tubuh membersihkan lendir dan cairan lainnya di dalam paru-paru.

Selama pemulihan, latihan pernapasan bekerja untuk memperkuat diafragma, otot pernapasan utama yang terletak di bawah paru-paru.

Baca juga: Jaga Konsumsi saat Isolasi Mandiri, Pakar Sebut Infeksi Covid-19 Berkaitan dengan Malnutrisi

Tetapi, jika sedang merasa tidak enak badan atau sedang mengalami demam, gejala sesak napas detak jantung tidak teratur, atau nyeri dada, saat isolasi mandiri, ada baiknya menunda melakukannya. 

Itu juga berlaku jika mengalami gejala tersebut atau merasa tidak nyaman ketika melakukan latihan pernapasan.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala setelah atau saat melakukan latihan pernapasan.

Berikut beberapa latihan pernapasan terbaik untuk pasien Covid-19:

1. Teknik Pursed lip breathing

Teknik pursed lip breathing atau bibir mengerucut berguna untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke paru-paru dibanding dengan pernapasan biasa.

Ini juga membuat saluran pernapasan terbuka lebih lama dengan mengurangi jumlah napas yang  diambil per menit.

Berikut caranya:

- Bersantailah dalam posisi duduk dengan otot leher dan bahu rileks atau tidak tegang.

- Tarik napas perlahan melalui hidung selama beberapa hitungan dengan mulut tertutup.

- Hidung Anda menghangatkan dan melembabkan udara sebelum mencapai paru-paru, bernapas melalui mulut tidak.

- Sebelum menghembuskan napas, kerutkan bibir Anda, seolah-olah Anda akan meniup lilin.

- Menjaga bibir Anda mengerucut, hembuskan semua udara di paru-paru Anda perlahan.

- Cobalah untuk menghembuskan napas untuk jumlah hitungan yang lebih lama daripada yang Anda hirup.

- Ulangi beberapa kali.

2. Teknik Pernapasan Dalam atau Pernapasan Diafragma

Analisis beberapa penelitian oleh praktisi pengobatan integratif menemukan bahwa teknik ini, praktik yang memanfaatkan pernapasan dalam dan gerakan lambat, dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan meningkatkan kapasitas paru-paru pada pasien Covid-19.

Berikut caranya:

- Anda bisa melakukan latihan ini sambil duduk atau berbaring.

- Rilekskan otot wajah, leher, rahang, dan bahu Anda.

- Istirahatkan ujung lidah Anda di belakang gigi depan atas Anda.

- Luruskan punggung Anda.

- Pejamkan mata.

- Bernapaslah secara normal selama beberapa menit.

- Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut bagian bawah.

- Bernapaslah dalam-dalam melalui hidung Anda, rasakan dada dan tulang rusuk Anda mengembang saat Anda menarik napas.

- Perut Anda harus mengembang ke luar melawan tangan Anda.

- Buang napas, rasakan perut Anda berkontraksi dengan lembut ke dalam.

- Bernapaslah perlahan dan dalam dengan cara ini sembilan sampai 10 kali.

3. Yawn to Smile

Latihan pernapasan ini membuka otot-otot di dada, yang memungkinkan diafragma mengembang sepenuhnya.

Selain itu, teknik ini juga memperkuat otot lengan dan bahu.

Berikut caranya:

- Duduk tegak dengan punggung lurus.

- Regangkan lengan Anda hingga setinggi bahu, Anda harus merasakan otot-otot di punggung Anda meregang.

- Saat lengan Anda setinggi bahu, buka mulut lebar-lebar, seolah-olah Anda sedang menguap.

- Bawa lengan Anda kembali untuk beristirahat di paha Anda, sambil mengubah menguap Anda menjadi senyuman.

4. Bersenandung sambil menghembuskan napas

Bersenandung, seperti nyanyian "om" dalam yoga, dapat membantu menarik oksigen ke paru-paru dengan setiap napas.

Banyak juga yang merasa itu bisa menenangkan dan meredakan kecemasan.

Berikut caranya:

- Duduk tegak dengan punggung lurus.

- Tempatkan masing-masing tangan di sisi perut bagian bawah.

- Jaga agar bibir Anda tetap tertutup dan dengan lembut letakkan lidah Anda di langit-langit mulut Anda.

- Bernapaslah dalam-dalam dan perlahan melalui hidung, jaga agar bibir tetap tertutup dan lidah pada posisinya.

- Biarkan jari-jari Anda menyebar lebar di perut Anda saat mengembang.

- Jaga agar bahu Anda tetap rileks. Jangan biarkan mereka bangkit.

- Setelah paru-paru Anda terasa penuh, hembuskan napas sambil bersenandung.

- Pastikan untuk menjaga bibir Anda tetap tertutup.

- Ulangi untuk beberapa napas.

(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved