Breaking News:

Terkini Internasional

Tak Hadir di Pengadilan, Aung San Suu Kyi Alami Mabuk Perjalanan

Aung San Suu Kyi bolos persidangan karena merasa pusing akibat menderita mabuk perjalanan setelah lama tidak berkendara.

AFP/Lillian Suwanrumpha
Aung San Suu Kyi menghadiri KTT ASEAN-Jepang ke-22 di Bangkok, di sela-sela KTT Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-35, November 2019. Aung San Suu Kyi bolos persidangan karena merasa pusing akibat menderita mabuk perjalanan setelah lama tidak berkendara pada Senin (13/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Seorang anggota tim hukum Aung San Suu Kyi menyatakan pemimpin Myanmar yang digulingkan itu tidak dapat hadir di persidangan karena alasan kesehatan pada Senin (13/9/2021).

Dilansir dari Reuters, Aung San Suu Kyi menderita pusing yang disebabkan mabuk perjalanan.

Kondisi wanita berusia 76 tahun itu dijelaskan oleh tim hukumnya.

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi (AFP)

Baca juga: Junta Myanmar Tahan 100 Kerabat Aktivis sebagai Sandera, Ada Anak-anak

Baca juga: Ajak Warga Memberontak, Pemerintah Bayangan di Myanmar Umumkan Perang Lawan Junta Militer

“Ini bukan penyakit serius. Dia menderita mabuk kendaraan. Dia tidak tahan dengan perasaan itu dan mengatakan kepada kami bahwa dia ingin istirahat,” kata pengacara Min Min Soe.

Min Min Soe juga menyatakan Aung San Suu Kyi tidak menderita penyakit yang disebabkan virus Covid-19.

Tetapi dia merasa sakit karena tidak bepergian dengan kendaraan dalam waktu lama.

Diketahui Aung San Suu Kyi telah ditahan atas berbagai tuduhan sejak penggulingannya dalam kudeta militer 1 Februari lalu.

Aung San Suu Kyi telah menghabiskan sekitar setengah dari tiga dekade terakhir dalam berbagai bentuk tuduhan penahanan.

Kasus pertama yang membuatnya diadili di ibu kota Myanmar, Naypyidaw adalah tuduhan yang mencakup impor ilegal dan kepemilikan radio walkie talkie.

Aung San Suu Kyi dikatakan telah mengimpor walkie talkie tanpa izin, menurut Kepolisian Myanmar.

Dia juga telah dituduh menerima suap dalam jumlah besar dan telah didakwa dengan pelanggaran terkait kerahasiaan informasi negara yang lebih serius.

Aung San Suu Kyi bahkan juga juga dituduh telah melanggar protokol Covid-19.

Atas tuduhan-tuduhan itu, Aung San Suu Kyi bisa dijatuhi hukuman pidana hingga belasan tahun.

Dari kasus pelanggaran kerahasiaan negara saja, Aung San Suu Kyi sudah dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Meskipun pengacaranya menolak semua tuduhan.

Baca juga: Myanmar Didesak Beberapa Negara Hentikan Kekerasan, Mulai dari Indonesia hingga Inggris

Baca juga: Perwakilan ASEAN Minta Temui Aung San Suu Kyi dalam Pembicaraan Konflik Junta di Myanmar

Aung San Suu Kyi sudah menjadi tahanan rumah sejak ditangkap Junta Myanmar saat kudeta.

Satu-satunya komunikasi Aung San Suu Kyi dengan dunia luar adalah melalui tim hukumnya yang mengatakan bahwa aksesnya dibatasi oleh pihak berwenang.

Sebelumnya, diketahui Diplomat Brunei Darussalam yang ditunjuk ASEAN sebagai utusan khusus di Myanmar, Erywan Yusof, meminta akses untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi dalam upaya ASEAN mengakhiri konflik di Myanmar pada Sabtu (4/9/2021), dilansir dari Channel News asia.

Erywan Yusof menyatakan kepentingan yang mendesak dalam kunjungan ke Myanmar dan membutuhkan jaminan.

"Ada kebutuhan mendesak untuk pergi ke Myanmar sekarang. Tapi saya pikir sebelum semua itu, saya perlu memiliki jaminan," kata Erywan Yusof.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved