Breaking News:

Viru Corona

Warga Wonogiri Pilih Isolasi Mandiri ketimbang Isolasi Terpadu, Joko Sutopo Sebut karena Banyak Hoax

Warga Kabupaten Wonogiri yang terinfeksi Covid-19 lebih memilih melakukan isolasi mandiri di rumah, dibandingkan isoman di tempat yang sudah disiapkan

KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Warga Wonogiri Pilih Isolasi Mandiri ketimbang Isolasi Terpadu, Joko Sutopo Sebut karena Banyak Hoax 

TRIBUNWOW.COM - Warga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang terinfeksi Covid-19 lebih memilih melakukan isolasi mandiri di rumah, dibandingkan isoman di tempat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

Seperti yang diketahui, isolasi mandiri dilakukan untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan ataupun tanpa gejala.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 sekaligus mengurangi keterisian di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga: Segera Bawa ke Rumah Sakit, Ini Tanda-tanda Pasien Covid-19 Memburuk saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Ingatkan Syarat Isolasi Mandiri, Satgas Covid-19: Jika Tidak Memenuhi Bisa ke Fasilitas Pemerintah

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya sudah menyiapkan Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai tempat isolasi terpusat dan isolasi terpadu di pemerintahan desa.

Namun keterisian isolasi terpusat dan isolasi terpadu sangat minim.

Banyak warga yang positif Covid-19 memilih menjalani isolasi di rumah ketimbang harus pindah ke ruang isolasi terpusat atau ruang isolasi terpadu yang disediakan Pemkab Wonogiri.

Menurut Joko Sutopo keengganan warga isoman dipindahkan ke isolasi terpadu atau isolasi terpusat karena banyak yang termakan hoaks tentang Covid-19.

“Banyaknya hoaks yang beredar di media sosial menimbulkan penafsiran yang beragam di masyarakat. Padahal kondisi itu tidak terjadi,” kata Jekek, sapaan Joko Sutopo, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/7/2021).

Ia mencontohkan informasi hoaks yang sering beredar di media sosial di antaranya warga setelah divaksin Covid-19 meninggal hingga warga saat diisolasi tidak mendapatkan perawatan yang layak.

Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu, kata Jekek, menimbulkan ketakutan warga untuk diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah.

Bahkan ditingkat Jawa Tengah, keterisian isolasi terpadu dan isolasi terpusat hanya 20 persen saja, selebihnya warga memilih menjalani isoman di rumahnya masing-masing.

Untuk itu, Jekek meminta pihak-pihak yang memiliki otoritas harus masif menertibkan media sosial penyebar hoaks yang menimbulkan traumatik warga.

Baca juga: Bisa Pengaruhi Fokus Isolasi Mandiri, Ini 9 Hoaks soal Cara Sembuhkan Covid-19

Baca juga: Hindari Konsumsi Ini saat Isolasi Mandiri, Bisa Turunkan Daya Tahan Tubuh Pasien Covid-19

Tak hanya itu, pengawasan juga harus makin diperketat agar hoaks-hoaks tentang Covid-19 tidak lagi berseliweran di media sosial.

Pendekatan berbasis kultur Khusus untuk Wonogiri, Jekek melakukan pendekatan sosio kultur dengan memetakan warga setelah dinyatakan positif Covid-19.

Pasalnya, pemerintah tidak bisa memaksa warga yang positif Covid-19 untuk mau dirawat di ruang isolasi terpadu atau ruang isolasi terpusat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaCovid-19isolasi mandiriWonogiriJoko Sutopo (Jekek)Hoax
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved