Terkini Nasional
Ungkit Masa Gus Dur, Ketum PBNU Sebut Jokowi Tak Mudah Dilengserkan: Kami Punya Pengalaman Pahit
Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan dilengserkan di tengah jalan.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan mudah dilengserkan karena penanganan Covid-19.
Dilansir TribunWow.com, Said Aqil pun kembali mengungkit pelengseran Presiden ke-3 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Menurut dia, pelengseran Gus Dur menjadi kenangan pahit bagi warga NU.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Sosok Ahmad Sofian, Diduga Jadi Provokator Aksi Jokowi End Game, Ketua RT: Enggak Nyangka Dia
Baca juga: Minta Pemberian Obat dan Vitamin Dimaksimalkan, Jokowi: Ada Kemungkinan Menghadapi Varian Baru
Said Aqil mulanya menyinggung munculnya gerakan yang menginginkan Jokowi lengser dari jabatan.
Menurut dia, melengserkan Jokowi bukanlah perkara yang mudah.
"Ada gerakan-gerakan yang berbau politis, targetnya minimal ngerecokin, ganggu keberlangsungan pemerintahan Pak Jokowi dan menteri-menterinya ini," katanya.
"Yang sebenarnya mereka tahu itu tidak mudah, tidak gampang karena kita sistem presidensial bukan perlementer."
Meski tahu tak mudah melengserkan Jokowi, kata Said Aqil, kelompok tersebut sengaja ingin merepotkan pemerintahan presiden asal Solo itu.
Ia lantas menyinggung pengalaman pahit warga NU soal pelengseran presiden.
"Tapi minimal mereka bikin repotlah supaya gagal dalam hal program-programnya," jelasnya.
"Walaupun mereka tahu sistem presidensial tidak mungkin Pak Jokowi dilengserkan di tengah jalan."
"Dan kami warga NU sudah punya pengalaman yang sangat pahit."
Said Aqil kembali mengungkit pelengseran Presiden Gus Dur.
Ia menyebut pelengseran tersebut sangat menyakiti hati warga NU.