Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Ragu Jokowi Tolak Wacana 3 Periode, Said Didu Ungkit Ucapan saat Jadi Gubernur: Nggak Mikir Aja Maju

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, angkat bicara soal wacana presiden tiga periode.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
YouTube KompasTV
Presenter Aiman Witjaksono (kanan), dan Said Didu (kiri), dalam kanal YouTube Kompas TV, Senin (22/3/2021). Said Didu angkat bicara soal wacana presiden tiga periode. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, angkat bicara soal wacana presiden tiga periode.

Dilansir TribunWow.com, Said Didu meragukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku tak berminat memerpanjang masa jabatan.

Ia bahkan kembali mengungkit ucapan Jokowi saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali buka suara soal munculnya wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali buka suara soal munculnya wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, Senin (15/3/2021). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Baca juga: Hidayat Nur Wahid soal Isu Jabatan Presiden Jadi 3 Periode: MPR Tidak Mengamandemen UUD

Baca juga: Ramai Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Qodari: Tidak Bisa Menghadapi UUD seperti Kitab Suci

Hal itu diungkapkannya dalam acara Aiman Kompas TV, Senin (22/3/2021).

Mulanya, Said Didu mengaku tak bisa membandingkan Jokowi dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto.

"Saya sih tidak bisa membandingkan (Jokowi dengan Soeharto)," ucap Said Didu.

"Tapi Pak Jokowi kita masih ingat waktu masih wali kota, dia juga menyatakan tidak mau."

Terkait hal itu, Said Didu kembali mengungkit ucapan Jokowi saat masih jadi gubernur Ibu Kota.

Kala itu, Jokowi mengaku tak berpikir mencalonkan diri menjadi presiden.

Namun, Jokowi akhirnya mencalonkan diri di Pilpres 2014 lalu.

Baca juga: KSP Tanggapi Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Sebut Isu Sudah Muncul sejak Zaman SBY

Baca juga: Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Fadjroel Rachman Ungkit Sumpah Jokowi: Bahkan demi Allah Kok

"Tapi yang pasti saat jadi gubernur DKI, ditanyakan 'Pak gimana, mau maju jadi presiden?'," jelas Said Didu.

"'Saya enggak mikir, saya mau kerja aja'."

"Enggak mikir aja maju (di Pilpres)," lanjutnya.

Karena itu, Said Didu kini cukup meragukan Jokowi yang mengaku tak berminat menjabat tiga periode.

Menurut Said Didu, Jokowi seharusnya tegas menolak wacana tersebut.

"Itu saya bilang, pernyataan 'Saya tidak berminat, tidak berniat', sama dengan memancing rakyat kalau mendukung 'Saya mengikuti Anda'," terang Said Didu.

"Kalau dia tidak setuju tiga periode maka nyatakan 'Saya tidak setuju tiga periode'."

"Itu lebih tegas."

Saat disinggung soal keputusan parlemen terkait wacana ini, menurut Said Didu, para pemimpin partailah yang memegang kendali.

"Parlemen kita itu kan istilahnya parlemen komando."

"Apa kata ketua umum itu apa yang terjadi di parlemen."

"Jadi enggak usah dihitung mereka meski sekarang berteriak."

Said Didu melanjutkan, masa jabatan presiden harus dibatasi selama dua periode.

"Kita harus ingat, kekuasaan itu kayak candu dan kekuasaan itu korup."

"Menurut saya, harus ada batasan yang jelas," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-4.55:

Refly Harun: Tidak Ada yang Mau Melewatkan Jabatan 

Di sisi lain, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara sol kontroversi wacana jabatan presiden tiga periode.

Dilansir TribunWow.com, Refly menganggap Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono sama anehnya dengan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.

Pasalnya, kedua tokoh itu sama-sama mendukung wacana presiden tiga periode.

Baca juga: Alasan Qodari Kenakan Kaus Jokowi-Prabowo saat Bahas Presiden 3 Periode di Mata Najwa: Imajinasi

Baca juga: Ramai Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Qodari: Tidak Bisa Menghadapi UUD seperti Kitab Suci

"Bagi saya orang seperti Arief Poyuono ini agak aneh," kata Refly Harun, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Senin (22/3/2021).

"Kemudian sama anehnya dengan Qodari yang mengusulkan tiga periode jabatan."

Refly mengaku sulit menerima pendapat Qodari.

Pasalnya, Qodari mendukung Presiden Jiko Widodo (Jokowi) kembali mencalonkan diri jika berpasangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Tapi tiga periodenya adalah Jokowi berpasangan dengan Prabowo yang disebutnya sebagai jalan keluar persoalan bangsa," ucap Qodari.

"Saya sukar menerima argumentasinya."

"Tapi it's okay, Beliau sangat kuat dalam berargumentasi, sangat percaya diri."

Baca juga: Alasan Qodari Kenakan Kaus Jokowi-Prabowo saat Bahas Presiden 3 Periode di Mata Najwa: Imajinasi

Baca juga: Jawaban Ali Ngabalin soal Beda Respons Jokowi terkait Isu Jabatan Presiden 3 Periode dan Moeldoko

Meski Jokowi mengaku tak tertarik memerpanjang masa jabatan, Refly menduga hal itu bisa saja terjadi 2023 kelak.

Ia mengatakan, sulit menolak tawaran perpanjang masa jabatan bagi presiden.

"Bisa jadi perubahan itu tidak terjadi pada 2021, 2022, tapi menjelang 2023," jelas Refly.

"Tapi kalau saya mengatakan, sepanjang ada kemungkinan dua hal."

"Bisa mengubah konstitusi dan bisa menang lagi."

"Tidak ada orang yang mau melewatkan jabatan orang nomor satu di republik ini untuk periode ketihga, keempat dan seterusnya," tandasnya. (TribunWow.com/Tami)

Simak artikel lain terkait wacana presiden tiga periode

Tags:
JokowiSaid DiduGubernurBadan Usaha Milik Negara (BUMN)TribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved