Breaking News:

Terkini Nasional

Jawaban Ali Ngabalin soal Beda Respons Jokowi terkait Isu Jabatan Presiden 3 Periode dan Moeldoko

Jokowi tak membutuhkan waktu lama angkat bicara soal isu perpanjangan masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan soal perkembangan proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia saat memberikan sambutan dalam acara 'International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic', Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Reaksi cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal isu masa jabatan presiden dinilai lebih cepat ketimbang persoalan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Partai Demokrat.

Jokowi tak membutuhkan waktu lama angkat bicara soal isu perpanjangan masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

Hanya selang beberapa hari isu tersebut bergulir, Jokowi langsung menyampaikan bantahan.

Ia mengaku tak berniat dan tak punya minat menjabat hingga tiga periode.

Berbeda dari isu masa jabatan, Jokowi masih diam dan tak merespons manuver Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terkait kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat.

Baca juga: Seorang Polisi Meninggal saat Kawal Presiden Jokowi di Ubud Bali, Punya Riwayat Penyakit Jantung

Baca juga: Soal Wacana Presiden 3 Periode, M Qodari Usulkan Jokowi-Prabowo 2024: Polarisasi Itu Semakin Kuat

Padahal, banyak pihak mendesak agar Kepala Negara angkat bicara ihwal jabatan baru Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat kubu kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun, hampir dua minggu berselang, tak tampak tanda-tanda Jokowi hendak memberikan tanggapan atas manuver mantan Panglima TNI itu.

Mengenai hal ini, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memberikan alasan.

Ia menyebutkan, ada perbedaan antara isu perpanjangan masa jabatan presiden dengan KLB Demokrat yang melibatkan Moeldoko.

Menurut Ngabalin, isu masa jabatan presiden tiga periode yang diembuskan Amien Rais itu berkaitan dengan konstitusi negara.

"Karena dua hal yang berbeda. Kalau fitnah yang disebarkan oleh Amien Rais itu adalah bentuk daripada membenturkan presiden dengan urusan yang terkait dengan konstitusi UUD 1945," kata Ngabalin kepada Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Ia mengatakan, pada akhir tahun 2019, Jokowi telah angkat bicara terkait isu yang sama.

Jokowi menyampaikan keengganannya atas wacana masa jabatan presiden tiga periode.

Bahkan, ia meminta supaya tak ada pihak yang menjerumuskan dirinya atas isu tersebut.

Sementara itu, KLB Demokrat merupakan persoalan internal partai.

Baca juga: Tanggapi Polemik Kepemimpinan Partai Demokrat, Jimly Asshiddiqie: Ini Pasti Bukan Agenda Jokowi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Ali NgabalinJokowiMoeldokoWacana Presiden 3 Periode
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved