Breaking News:

Kasus Korupsi

Minta Hargai KPK, Deddy Sitorus soal Korupsi Nurdin Abdullah: Orang Populer Kalah sama yang Berduit

Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus buka suara soal kasus korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah.

YouTube/tvOneNews
Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus dalam acara DUA SISI 'tvOne', Kamis (11/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus buka suara soal kasus korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah.

Dilansir TribunWow.com, meski PDIP menjadi partai pengusung Nurdin Abdullah di Pemilu Sulsel, Deddy mengajak semua pihak menghargai kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan, Deddy tak menampik banyaknya godaan suap yang diterima pejabat.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah oleh KPK, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menyatakan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) sebagai penerima dan Agung Sucipto (AS) selaku pemberi.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah oleh KPK, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menyatakan telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel, Edy Rahmat (ER) sebagai penerima dan Agung Sucipto (AS) selaku pemberi. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Gantikan Nurdin Abdullah Pasca-kasus Suap, Andi Sudirman Syok: Kemarin Masih Bercanda Bersama

Baca juga: Gubernur Nurdin Abdullah Bersumpah Tak Tahu soal Suap Proyek Sulsel, Wakil Ketua KPK: Biasalah

Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Minggu (28/2/2021).

"Tolong kita ke depan menghargai KPK, jangan lagi ada kecurigaan, keraguan," ujar Nurdin.

"KPK akan bekerja maksimal dalam memberantas korupsi, dan saya kira itu sudah dibuktikan oleh KPK."

Menurut Deddy, Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tak cukup menghentikan tindakan korupsi.

Ia pun menyinggung sejumlah hal yang menyebabkan banyaknya korupsi di Indonesia.

Satu di antaranya yakni sistem politik yang yang sudah banyak terjadi.

Baca juga: Ketua KPK Enggan Respons Sumpah Nurdin Abdullah Tak Terlibat Suap: Kami Kerja Berdasarkan Bukti

Baca juga: PDIP Sebut Kasus seperti Nurdin Abdullah akan Terus Terjadi: Akan Tetap Gampang Menjebak Pejabat

"Kejadian ini akan terus terjadi, tidak akan berhenti karena OTT tidak akan menghentikan orang karena ada banyak faktor," ujar Deddy.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved