Breaking News:

Kasus Korupsi

KPK OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Denny Siregar: Cuma Dapat Ikan Teri, Kapan Balik Modalnya?

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar turut mengomentari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK

YouTube Q&A METRO TV
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar. Ia mengomentari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNWOW.COM - Pegiat Media Sosial, Denny Siregar turut mengomentari soal Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, Nurdin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap senilai Rp 2 miliar untuk proyek infrastruktur.

Terkait penangkapan itu, Denny Siregar lantas menyoroti kinerja KPK.

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar turut mengomentari soal Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar turut mengomentari soal Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Twitter @Dennysiregar7)

Baca juga: Nominal Gaji Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel yang Mengaku Tidak Tahu setelah Ditangkap KPK saat OTT

Baca juga: Kronologi Nurdin Abdullah Ditangkap, Jubir Bantah Ada OTT: Jam 2 Pagi Dijemput, Tak Digeledah

Hal itu dituliskannya dalam kaun Twitter @Dennysiregar7, Sabtu (27/2/2021).

"Makin kesini, uang yang dikorupsi makin kecil aja... Gak sebanding ma resikonya," cuit Denny.

Tak hanya itu, Denny menganggap kini KPK hanya mampu mengungkap kasus korupsi kecil seperti Nurdin.

Menurut Denny, KPK hanya ahli dalam hal sadap menyadap.

Hal itulah yang menurutnya menyebabkan KPK tak mampu mengungkap kasus korupsi yang canggih.

"Kenapa @KPK_RI kalo nangkep cuman dapet ikan teri, tapi kalau @KejaksaanRI selalu nangkep ikan paus ??

Karena @KPK_RI dari dulu bisanya cuman nyadap2 doang, trus OTT. Beritanya yg digedein. Gak sanggup kembangkan kasus korupsi yg canggih..

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved