Breaking News:

Vaksin Covid

Banyak RS Buka Pre-order Vaksin Covid-19 untuk April 2021, Satgas: Antisipasi 75 Juta Vaksin Mandiri

Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil menanggapi banyaknya rumah sakit yang sudah membuka pre-order vaksin Covid-19.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
BPMI Setpres/Muchlis Jr.
1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam. Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil menanggapi banyaknya rumah sakit yang sudah membuka pre-order vaksin Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil menanggapi banyaknya rumah sakit yang sudah membuka pre-order vaksin Covid-19.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Minggu (13/12/2020).

Menurut Kusnandi, hasil uji klinis vaksin buatan Sinovac selengkapnya baru bisa didapatkan April 2021 mendatang.

1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam.
1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Alasan Satgas Covid-19 Pesan Vaksin Sinovac meski Belum Ada Hasil Uji Klinis: Tunggu dari WHO

Selain itu, pemerintah masih menunggu izin dari World Health Organization (WHO) serta Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).

Kusnandi kemudian angkat bicara mengenai banyaknya rumah sakit yang sudah membuka pesanan vaksin.

Ia menduga cara tersebut dilakukan untuk mengantisipasi vaksin yang dibayar mandiri oleh masyarakat.

"Sebetulnya memang rumah sakit mengantisipasi keinginan pemerintah untuk (vaksin berbayar)," kata Kusnandi Rusmil.

"Yang diberi gratis 'kan 32 juta dan yang mandiri 75 juta. Itu mengantisipasi," lanjutnya.

Ia mengakui memang sebaiknya biaya vaksin ditanggung pemerintah.

Meskipun begitu, Kusnandi menilai keputusan itu terkait kondisi keuangan negara.

Baca juga: Etiskah Rumah Sakit Lakukan Pre-order Vaksin Covid-19? IAKMI: Seharusnya Tidak Dilakukan

Diketahui pemerintah hanya akan menjamin vaksin gratis bagi 32 juta orang yang termasuk kelompok rentan terpapar Virus Corona.

"Walaupun baiknya memang dalam keadaan pandemi ini, kalau kita punya dana, semuanya dijamin oleh pemerintah," komentar Kusnandi.

"Tetapi mungkin 'kan pemerintah kita ada kesulitan keuangan sehingga mereka hanya akan menjamin untuk 32 juta orang yang gratis, yang 75 juta membayar sendiri," lanjutnya.

Selain itu, Kusnandi menyinggung biaya yang harus ditanggung adalah dua kali dosis vaksin tiap orang.

Menurut dia, kemungkinan besarnya biaya tersebut belum tentu dapat ditanggung mengingat situasi ekonomi yang sulit.

Halaman
123
Tags:
VaksinCovid-19Vaksin Covid-19Virus CoronaSinovac
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved