Virus Corona
Di ILC, Ridwan Saidi Yakini Masyarakat Bosan soal Pembahasan Corona: Piala Dunia Saja Dua Bulan
Budayawan Ridwan Saidi mengaku bahwa dirinya merasakan kebosanan dengan imbauan terkait Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Budayawan Ridwan Saidi mengaku bahwa dirinya merasakan kebosanan dengan imbauan terkait Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, dari tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (19/5/2020), Ridwan Saidi menyebut apa yang yang dirasakannya tentunya dapat mewakili perasaan dari seluruh masayarakat Indonesia.
Menurut Ridwan Saidi rata-rata pembahasan kasus di Indonesia tidak bertahan lebih dari dua bulan.
Setelah itu yang terjadi pastinya akan menimbulkan suatu kebosanan.
• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Dukung Penuh Kebijakan Anies soal Mudik saat Corona: Budaya Bisa Diubah
Dan kondisi seperti itulah yang sedang terjadi saat ini.
Karena seperti yang diketahui, pembahasan tentang Corona sudah dimulai sejak pertama kali masuk Indonesia, yakni pada awal Maret 2020 lalu.
Atau bahkan sebelum masuk Indonesia, yakni sejak Virus Corona masih menyerang China.
Ridwan Saidi mengatakan dampaknya kini masyarakat menjadi seakan-akan tidak mau mendengar lagi apa yang dikatakan oleh para pemerintah.
Alhasil banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk dari kebosanan tersebut.
Dirinya lantas meminta para kepala pemerintahan, termasuk para gubernur dan wali kota untuk menyadari kondisi yang terjadi.
"Tema di Indonesia itu sebenarnya paling lama dua bulan, setelah itu orang bosan, jadi jangan anda lupa penyebab Bapak-bapak Gubernur yang tampil di layar tadi, bahwa Anda akan mendapatkan tantangan perintah-perintah Anda," ujar Ridwan Saidi.
"Bukan karena perintah Anda tidak bagus, karena orang sudah bosan, dua bulan orang sudah bosan, bicara apapun isu apapun umurnya cuman dua bulan," jelasnya.
• Tanggapi Mulai Banyak Kerumunan di Jakarta, Anies Baswedan Sebut Tingkat Kesadaran Sudah 60 Persen
Ridwan Saidi lantas menyinggung kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia yang menjadi topik pembicaraan luas, seperti G30S.
Menurutnya, hanya peristawa kelam tersebutlah yang mampu bertahan cukup lama menjadi bahan pembicaraan bahkan bisa sampai sekarang.