Virus Corona

Sebut Bisnis Tak Bisa Tunggu Vaksin Corona Ditemukan, PM Italia Akhirnya Pilih Longgarkan Lockdown

Italia akhirnya mengambil 'risiko dengan perhitungan' dengan melonggarkan lockdown, demi memulihkan ekonomi.

kompas.com/Andrea Merola
Turis yang mengenakan masker melindungi dari paparan virus corona mengunjungi Piazza San Marco, di Venesia, Italia, 24 Februari 2020. 

TRIBUNWOW.COM - Pandemi Virus Corona yang menyebar di dunia tak hanya mengancam nyawa, tetapi juga kelangsungan bisnis dan ekonomi.

Meski sudah beberapa bulan menyebar, vaksin virus asal Wuhan, China itu hingga kini belum ditemukan.

Tak mau berlarut, Italia akhirnya mengambil 'risiko dengan perhitungan' dengan melonggarkan lockdown, demi memulihkan ekonomi.

Sri Mulyani Bebaskan PNS Kemenkeu Kerja dari Mana Saja sesudah Corona, Gaji dan Tunjangan Tetap

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte.

Conte mengumumkan bahwa perjalanan dari dan ke Italia, serta antarawilayah di dalam Italia, akan diperbolehkan mulai 3 Juni mendatang.

Gimnasium, kolam renang, dan pusat olahraga akan kembali dibuka pada 25 Mei, kemudian bioskop dan teater dibuka pada 15 Juni.

Lebih jauh, para pelancong dari negara-negara Uni Eropa akan diizinkan masuk ke Italia tanpa harus menjalani karantina selama dua pekan.

Langkah-langkah ini merupakan keputusan besar bagi negara yang sempat mencatat jumlah kasus positif Virus Corona terbanyak di dunia.

Italia juga yang menjadi negara pertama di Eropa yang memberlakukan lockdown di seantero wilayah saat kasus-kasus Covid-19 muncul di kawasan utara pada Februari.

Kini, tingkat penularan di Italia merosot drastis. Begitu pula dengan angka kematian.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved